BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersiap memasuki status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasar sejumlah indikator seperti munculnya karhutla di sejumlah lokasi.
Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, persiapan menaikkan status siaga darurat itu karena Kabupaten Kobar sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Munculnya karhutla di sejumlah lokasi menjadi salah satu kriteria," ujar Willem saat berada di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun. Kamis (11/8/2016).
Di samping itu, pihaknya sudah mengirim surat penegasan untuk daerah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan bencana kabut asap.
"Setelah statusnya naik menjadi siaga darurat karhutla, kami akan back up (pendampingan) termasuk memberikan bantuan peralatan serta bantuan dana," ujarnya.
Penetapan itu dilakukan agar penggunaan anggaran untuk pencegahan karhutla bisa maksimal sebab daerah tidak menyediakan anggaran yang cukup untuk kegiatan di lapangan.
Namun daerah yang menetapkan siaga darurat karhutla konsekuensinya harus membuat posko siaga darurat, ada rencana kerja, harus ada operasi lapangan baik darat maupun udara setiap harinya, membuka pelayanan kesehatan dan ada penegakan hukum serta membuat laporan setiap hari.
"Setelah semuanya siap, kami akan siapkan anggran dan bantuan alat," ucapnya.
Rencananya, Kabupaten Kobar akan mendapat bantuan dua helikopter water bombing untuk membantu satgas penanggulangan karhutla di Kabupaten Kobar.
"Semua biaya operasionalnya ditanggung BNPB pusat. Selama masih terjadi karhutla, dua helikopter itu akan tetap berada di Kobar," tandas Willem. (FAHRUDDIN/m)








