BANDUNG –
**Borneonews - Cianjur**, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan bahwa 41 puskesmas yang beroperasi di 32 kecamatan tetap akan memberikan pelayanan kesehatan pada akhir pekan. Langkah ini diambil untuk memudahkan akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang diperlukan. Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, dr. Yusman Faisal, menegaskan bahwa selain pelayanan yang diberikan di puskesmas, program kunjungan dokter ke rumah warga juga akan terus dilanjutkan pada akhir pekan. Kegiatan ini telah berjalan selama beberapa bulan terakhir dan diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Setiap akhir pekan, khususnya pada hari Sabtu, puluhan puskesmas di Cianjur buka dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan pada hari-hari tersebut tidak perlu khawatir, karena mereka tetap bisa mendapatkan layanan yang diperlukan. Inisiatif memberikan pelayanan kesehatan pada akhir pekan merupakan upaya untuk mendekatkan layanan medis kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pelosok. Hal ini penting agar mereka tidak perlu menempuh jarak jauh ke rumah sakit, terutama bagi yang berada di wilayah utara hingga selatan Cianjur. Dinas Kesehatan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menambah jumlah sepeda motor klinik, yang dapat menjangkau daerah terpencil dan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk warga di lokasi yang jauh dari akses jalan raya. Menghadapi peralihan musim dari panas menuju hujan, pihak Dinas Kesehatan mengingatkan kepada masyarakat Cianjur untuk tetap waspada. Pergantian musim biasanya membawa potensi munculnya berbagai penyakit, termasuk yang bersifat menular. Saat perubahan musim, banyak penyakit, seperti demam berdarah dengue (*DBD*), rentan untuk muncul. Selain itu, dalam musim kemarau, infeksi saluran pernapasan akut (*ISPA*) juga menjadi perhatian utama. Penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa perubahan cuaca dapat mempengaruhi kesehatan tubuh, yang mungkin belum sepenuhnya beradaptasi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit infeksi. ANTARA