BATAM –
**Borneonews - Batam**, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) di Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk mengembangkan koperasi yang memiliki standar modern dan profesional. Komitmen ini ditegaskan oleh Kepala Diskop UKM Kepri, Riki Rionaldi, yang menjelaskan bahwa upaya ini meliputi pelatihan, peningkatan kapasitas, serta sertifikasi yang dirancang khusus untuk koperasi. Riki menyatakan bahwa dalam konteks perkembangan koperasi saat ini, sangat penting untuk mengadopsi pendekatan yang lebih profesional dan modern. Untuk mencapai tujuan tersebut, Diskop UKM akan mendorong pelaksanaan pelatihan dan kegiatan *capacity building*, baik melalui inisiatif mandiri maupun anggaran yang tersedia dari Diskop UKM Kepri. Diskop UKM sedang memfokuskan perhatian pada sekitar 100 koperasi yang akan mendapatkan pembinaan secara berkala. Tujuannya adalah untuk mengantar koperasi-koperasi tersebut menuju status yang lebih modern dan profesional. Riki menambahkan bahwa setelah pandemi COVID-19, pihaknya telah menyusun daftar 100 koperasi yang memerlukan perhatian khusus di bawah binaan provinsi untuk meningkatkan profesionalisme mereka. Lebih lanjut, Riki berharap bahwa dari 100 koperasi yang mendapatkan intervensi tersebut, mereka dapat menjadi sumber inspirasi bagi koperasi lainnya. Ia menekankan bahwa langkah ini dimulai dengan 100 koperasi karena ada beberapa yang mengalami kemunduran selama masa pandemi dan memerlukan dorongan agar dapat bangkit kembali. Riki juga menjelaskan bahwa koperasi di tingkat provinsi memiliki potensi untuk menjadi pendorong perkembangan ekonomi di wilayah sekitar. Ia mencontohkan bahwa koperasi di Batam memiliki jaringan kuat yang mencakup berbagai kabupaten dan kota di sekitarnya. Koperasi produsen, misalnya, memiliki cabang di lokasi lain dan dapat melakukan pengadaan bahan baku produksi dari daerah tetangga, sehingga memperkuat posisi mereka dalam rantai pasokan. Dengan dukungan dan pengembangan yang tepat, diharapkan koperasi di Kepulauan Riau dapat tumbuh menjadi lebih berdaya saing serta berkontribusi pada perekonomian lokal secara substansial. ANTARA