JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Tim Nasional Esports Mobile Legends: Bang-Bang (MLBB) Women Indonesia berhasil meraih posisi keempat dalam kompetisi China-ASEAN Esports Competition (CAEC) 2024 yang diselenggarakan di Nanning, China pada hari Sabtu. Menurut pernyataan resmi dari Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), tim yang diperkuat oleh lima atlet yakni Venny “Fumi” Lim, Cindy “Cinny” Laurent Siswanto, Viorelle “Vival” Valencia Chen, Michelle “Chell” Denise Siswanto, dan Vivi “Vivian” Indrawaty, mencapai posisi tersebut setelah bertanding untuk memperebutkan medali perunggu melawan Tim MLBB Men dari Myanmar. Pertandingan yang berlangsung dengan format *best of three* (BO3) ini menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Di awal hingga pertengahan permainan, Tim MLBB Men Myanmar mendapatkan tantangan berat untuk menembus pertahanan Tim MLBB Women Indonesia. Meskipun demikian, akhirnya Tim MLBB Women harus mengakui keunggulan lawan dan harus puas dengan hasil akhir 0-2 dalam pertandingan tersebut. Richard Permana, selaku Manajer Timnas Esports Indonesia, menyampaikan pandangannya mengenai performa tim. Ia mengungkapkan bahwa permainan yang ditunjukkan oleh Timnas MLBB Women saat berhadapan dengan tim-tim pria di kejuaraan ini sangat mengesankan dan di luar ekspektasi. “Atlet-atlet kita menunjukkan visi bermain yang kuat dan mampu menyeimbangkan permainan yang ditunjukkan oleh lawan. Hasil yang didapatkan di kejuaraan ini akan menjadi modal utama kami untuk meraih sukses di ajang selanjutnya,” ujarnya. Sebelum melawan Tim MLBB Men Myanmar, pada hari Jumat (27/9), Timnas MLBB Women juga sudah bertanding di babak semifinal melawan Tim MLBB Men Malaysia. Pertandingan tersebut berlangsung dalam dua babak yang penuh intensitas, dengan kedua tim saling melancarkan serangan agresif. Namun, Timnas MLBB Women kembali harus mengakui keunggulan lawan, kalah dengan skor 0-2. Pada CAEC 2024, Tim MLBB Women Indonesia berpartisipasi dalam kategori Open Category. Format ini memungkinkan seluruh tim untuk mengikuti pertandingan, baik yang memiliki atlet putra, putri, maupun campuran. Keikutsertaan tim wanita tidak hanya menekankan bahwa olahraga esports bersifat inklusif, tetapi juga menunjukkan bahwa gender bukanlah halangan untuk bersaing secara positif dan meraih prestasi yang membanggakan. ANTARA