MATARAM –
**Borneonews - Sirkuit Mandalika**, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menerapkan sistem *contraflow* untuk mengurangi kemacetan yang mungkin terjadi saat perhelatan besar MotoGP, yang akan berlangsung pada hari Minggu, 29 September. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi, terutama saat Presiden Jokowi diperkirakan akan hadir. Direktur Pengamanan Objek Vital Polda NTB, Kombes Polisi Suprayitno, menyampaikan bahwa pengaturan lalu lintas dengan *contraflow* akan diterapkan apabila terjadi penumpukan kendaraan di jalan menuju Sirkuit Mandalika. Dalam situasi seperti ini, kebijakan tersebut diharapkan dapat menghindarkan terjadinya kemacetan yang lebih parah, khususnya ketika ada kedatangan tamu penting. "Biasanya, ketika ada kedatangan tamu VVIP, kami akan menggunakan sistem *contraflow* untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan," ujarnya saat memberikan keterangan di Sirkuit Mandalika. Pada acara MotoGP kali ini, Polda NTB akan menerjunkan sebanyak 2.738 personil yang terdiri dari anggota kepolisian dan TNI. Untuk pengamanan khusus bagi Presiden Jokowi, tanggung jawab tersebut akan dikelola oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). "Personil pengamanan ini akan dibagi ke dalam beberapa satuan tugas (satgas) dan zona. Mereka akan tersebar di luar dan di dalam sirkuit," ungkap Suprayitno. Tidak hanya aspek pengamanan arus lalu lintas, namun keamanan di dalam area sirkuit juga akan diperketat. Setiap orang dan barang yang masuk ke lokasi acara akan melalui pemeriksaan yang ketat. Suprayitno menegaskan bahwa semua kendaraan dan individu tanpa tiket tidak akan diperbolehkan untuk masuk ke dalam lokasi. Saat acara puncak MotoGP, Presiden Jokowi diperkirakan akan hadir bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Sigit Listiyo, serta beberapa menteri lain. Dengan demikian, mobilisasi dan pengamanan yang baik diharapkan dapat berlangsung dengan lancar demi kelancaran acara. ANTARA