BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko** Dinas Perhubungan Kabupaten Mukomuko, yang terletak di Provinsi Bengkulu, mengajukan rencana untuk menambah dua unit peralatan uji kendaraan bermotor pada tahun 2024. Usulan ini mencakup peralatan *emission analyzer* atau analisa gas buang serta *wheel balancer* yang dikenal dengan istilah kincup roda. Kepala Dinas Perhubungan Mukomuko, Sirat Purnama, menyampaikan bahwa kebutuhan akan kedua alat tersebut sangat mendesak. Ia menegaskan bahwa rencana pengadaan ini akan dimasukkan dalam anggaran perubahan APBD tahun ini. "Kami memang memerlukan kedua alat tersebut agar Balai KIR di daerah ini dapat berjalan dengan optimal," ujarnya saat ditemui di Mukomuko. Saat ini, Kabupaten Mukomuko telah memiliki Balai KIR yang berlokasi di Terminal Kota Jaya. Namun, balai tersebut belum dapat beroperasi secara efektif disebabkan oleh kurangnya peralatan untuk pengujian kendaraan bermotor. Hal ini menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan layanan pengujian kendaraan yang seharusnya tersedia untuk masyarakat. Lebih lanjut, Sirat Purnama menjelaskan bahwa Balai KIR Mukomuko belum memiliki akreditasi. Untuk dapat memperoleh akreditasi yang diakui, balai tersebut diharuskan memiliki peralatan yang memadai untuk melakukan pengujian kendaraan. Saat ini, Balai KIR hanya dilengkapi dengan lima unit peralatan pengujian. Jumlah ini dinilai tidak mencukupi untuk memenuhi syarat akreditasi. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan mengajukan anggaran untuk pembelian dua peralatan tambahan tersebut. Apabila proposal tersebut disetujui dalam APBD perubahan, langkah selanjutnya adalah melaporkan kegiatan ini kepada Kementerian Perhubungan. Meskipun menghadapi keterbatasan dalam hal peralatan, pihaknya memastikan bahwa lima alat yang sudah ada di Balai KIR masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan. Sirat menambahkan, "Meskipun alat-alat ini sudah lama, semuanya masih berfungsi. Namun, kami tetap berencana untuk melakukan kalibrasi ulang agar hasil pengujian tetap akurat." Selain permasalahan peralatan, Dinas Perhubungan Mukomuko juga mengakui kekurangan sumber daya manusia yang terlatih untuk mengoperasikan alat-alat tersebut. Dalam hal ini, mereka telah meminta dukungan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu. Sirat berharap agar petugas Balai KIR Mukomuko bisa belajar dan mengambil pengalaman dari petugas BPTD dalam penggunaan peralatan untuk pengujian kendaraan bermotor. ANTARA