**Borneonews - Palu**, Pelaksana tugas harian (Plh) Wali Kota Palu di Sulawesi Tengah, Irmayani Petalolo, baru-baru ini menyerahkan sebanyak 21 unit hunian tetap (huntap) kepada para korban gempa bumi dan likuefaksi yang terjadi di wilayah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung pemulihan pascagempa yang melanda pada 28 September 2018.
Irmayani mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada lembaga kemanusiaan asal Prancis, *Humainement Concernes*, yang telah berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya pemulihan pascabencana. Penyerahan hunian tetap tersebut dilakukan di lokasi yang terdampak likuefaksi, khususnya di Petobo, pada hari Sabtu.
Dalam keterangannya, Irmayani menegaskan bahwa peran organisasi non-pemerintah (NGO) sangat berharga dalam mendukung pemulihan infrastruktur dan kondisi sosial di daerah yang terkena dampak bencana. Ia juga menyatakan bahwa salah satu upaya dari NGO *Humainement Concernes* adalah membangun tempat tinggal yang layak bagi korban likuefaksi.
Dukungan ini sangat kami hargai, karena dapat mengangkat kembali semangat masyarakat enam tahun setelah bencana tersebut, ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upaya rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk mengembalikan kondisi fisik bangunan, tetapi juga untuk menciptakan kawasan pemukiman yang lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa depan. Salah satu contoh hunian baru di Kota Palu adalah di Kelurahan Petobo, di mana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun 655 unit huntap yang kini telah dihuni oleh warga setempat. Selain itu, terdapat juga hunian tetap di Duyu, Balaroa, Tondo, dan Talise.
Irmayani menegaskan pentingnya kerjasama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas. Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan hubungan saling menguntungkan yang dapat mempercepat proses pemulihan.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Palu ingin memastikan setiap kawasan hunian tetap memiliki keunikan berdasarkan karakteristik ruang dan wilayahnya. Dengan demikian, hunian yang ada tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk interaksi sosial yang menarik dan memberikan dampak ekonomi bagi penghuninya.
Harapan kami adalah agar 21 kepala keluarga yang menerima huntap ini dapat memanfaatkan hunian tersebut secara optimal sesuai dengan fungsinya, imbuh Irmayani.
ANTARA
Wali Kota Palu Serahkan 21 Hunian Tetap Bagi Korban Bencana
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







