BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Pangkalan Bun setiap pagi dari pukul 06.00 sampai pukul 08.00 WIB masih sering diselimuti kabut asap tipis hingga kabut asap tebal. Asap tersebut dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sejak Minggu (7/8/2016).

BMKG Pangkalan Bun juga mencatat, kabut asap terparah terjadi pada 9 Agustus 2016. Selain banyaknya lahan yang terbakar di beberapa kecamatan di Kobar, asap pekat juga kiriman dari Kabupaten Kalimantan Barat. BMKG Pangkalan Bun, selain mendeteksi hotspot titik api di Kabupaten Kobar, juga mendeteksi keberadaan hotspot di wilayah Ketapang, Kabupaten Kalbar.

“Memang saat pagi hari terjadi kabut tebal di Pangkalan Bun namun sedikit berbau asap, kami lihat data hotspot memang ada titik api di wilayah Kobar dan (Kalteng) dan Ketapang (Kalbar). Hingga hari ini juga, ada titik hotspot di Kalteng,” kata Kepala BMKG Pangkalan Bun, Lukman Soleh melalui FCT BKMG Pangkalan Bun, Kamis (11/8/2016)

Selain masih adanya kabut asap dari Karhutla yang menyelimutu kota Pangkalan Bun, BMKG Pangkalan Bun juga membantah jika kabut tebal yang terjadi setiap pagi bukanlah embun seperti yang dinyatakan BMKG Palangkaraya.

“Dari data hotspot yang kami deteksi mulai dari tanggal 7, itu merupakan kabut asap dari karhutla karena dari tanggal tersebut ada hotspot terdeteksi di wilayah Kobar,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika memang terdeteksi hotspot di wilayah Kobar, bisa dikatakan itu yang menjadi penyebab kabut asap di Pangkalan Bun, bukan karena embun. “Jika tidak ada hotspot tetapi di Pangkalan Bun berbau asap, itu bisa saja terjadi karena kiriman asap dari wilayah lain.

Seperti pada Kamis pagi tadi, pukul 06.30 WIB, di jalan Paku Negara Pangkalan Bun masih nampak kabut asap dengan baunya yang khas. Nampak jarak pandang juga sedikit terbatas. Namun kondisi itu tidak terlalu parah dibanding dua hari sebelumnya.

Hingga hari ini, jumlah hotspot yang terdeteksi di wilayah Kobar berjumlah 23 titik yang tersebar di seluruh kecamatan. Yang paling banyak terdapat titik hotspot yakni di Kecamatan Arsel, Kumai dan Kotawaringin Lama (Kolam). (CECEP HERDI/m)