PADANG –
**Borneonews - Kabupaten Solok**, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah mengumumkan akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak tanah longsor di lokasi tambang emas yang berada di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok. Plt Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, menyampaikan bahwa santunan ini ditujukan bagi korban yang mengalami berbagai dampak dari insiden tersebut, termasuk mereka yang kehilangan nyawa, mengalami luka berat, maupun luka sedang. Pernyataan ini disampaikan oleh Audy saat mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arosuka pada hari Sabtu. Bantuan yang disiapkan oleh Pemprov Sumbar terwujud dalam bentuk uang tunai dan barang. Harapannya, uluran tangan ini dapat membantu meringankan beban yang tengah dihadapi oleh para korban dan keluarga mereka. Sumber dana untuk bantuan ini berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dinas sosial, dinas kesehatan, serta berbagai institusi lainnya. Dalam laporannya, Audy menginformasikan bahwa hingga Sabtu sore pukul 16.00 WIB, terdapat laporan mengenai 12 korban meninggal yang tertimbun tanah longsor di area tambang. Selain itu, delapan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan kini berada dalam proses perawatan intensif. Di RSUD Arosuka sendiri, dua korban masih dalam keadaan dirawat dengan intensif. Kedua korban tersebut adalah Rezky Adiko Putra (21) yang mengalami diagnosa *suspek fraktur*, dan Handika Septriadi yang mengalami cedera pada dinding dada. Audy juga merinci bahwa lima korban lain saat ini mendapatkan perawatan di RSUD M. Natsir di Solok. Upaya pemulihan bagi para korban terus jadi perhatian pemerintah, demi memastikan keselamatan dan kesehatan mereka. ANTARA