**Borneonews - Ternate**, PT PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) memberikan kontribusi dalam penanganan masalah sampah di Ternate. Bantuan yang disalurkan terdiri dari 50 buah *Compost Bag* berukuran 80 liter yang diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.
General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula, mengungkapkan bahwa peran PLN tidak hanya terbatas pada penyediaan kebutuhan listrik, tetapi juga berkomitmen untuk mendukung berbagai program pemerintah yang diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu dukungan konkret yang diberikan adalah melalui gerakan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Ternate untuk menangani masalah sampah di wilayah tersebut.
Sumbangan ini merupakan bagian dari dukungan PLN UPK Maluku terhadap proyek perubahan Strategi Pengelolaan Sampah melalui program yang dikenal dengan nama Gerakan Si Lisa. Program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya praktik daur ulang, dan mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular di Ternate.
Gerakan Si Lisa resmi diluncurkan pada akhir September 2024 dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesadaran masyarakat tentang lingkungan. Awat berharap, upaya ini dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk seluruh warga Ternate.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis kepada Pemkot Ternate oleh pihak PLN UPK Maluku. Pada kesempatan yang sama, Manager UPK Maluku, Candra Sasmita, menambahkan bahwa sejalan dengan transformasi PLN menuju visi yang lebih hijau, perusahaan tidak hanya mengambil peran dalam upaya kebersihan lingkungan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penggunaan *compost bag* untuk mengolah sampah organik di rumah tangga mereka. Hal ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan Gerakan Si Lisa di tingkat rumah tangga. "Kita dapat memiliki jalan yang bersih dan rumah yang terawat, tetapi jika TPA dipenuhi dengan sampah, semua itu menjadi kurang berarti," ucap Candra.
PLN UPK Maluku juga berharap bahwa gerakan ini tidak hanya terbatas pada Ternate, tetapi dapat diadopsi di kota-kota lain. Penggunaan *Compost Bag* sendiri dinilai mudah dan praktis untuk dilakukan di rumah, terutama untuk mengumpulkan sisa-sisa makanan seperti kulit buah, sayur, serta ampas kopi. Sampah-sampah ini merupakan bagian dari limbah rumah tangga sehari-hari yang dapat dikelola dengan baik.
ANTARA
PLN Bantu Pengelolaan Sampah Melalui Gerakan Si Lisa di Ternate
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







