BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Tanjungpandan**, Pemerintah Kabupaten Belitung, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat ini sedang berupaya melibatkan berbagai pihak dalam rangka mempercepat penanganan masalah stunting yang masih menjadi tantangan di wilayah tersebut. Pj Bupati Belitung, Mikron Antariksa, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menangani isu stunting ini. Menurutnya, semua elemen, baik dari lembaga pemerintah daerah, instansi vertikal, sektor swasta, perbankan, serta tokoh agama dan masyarakat, perlu bergerak bersama untuk mengatasi masalah gizi buruk yang dihadapi anak-anak di daerah tersebut. Mikron menggarisbawahi bahwa penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang holistik dan tidak bisa dilakukan secara terpisah. "Semua komponen di masyarakat harus bergerak secara sinergis dan berfungsi dengan baik untuk mempercepat penurunan angka stunting," ucapnya. Ia menambahkan, efektivitas dalam menangani stunting sangat bergantung pada koordinasi dan konsolidasi yang baik antar semua pihak yang terlibat. Sebagai bagian dari upaya ini, Mikron juga mengajak perusahaan-perusahaan swasta untuk menyumbangkan dana tanggung jawab sosial mereka guna membantu penanganan stunting. Mikron menggarisbawahi bahwa intervensi untuk menangani stunting harus dilakukan secara tepat sasaran. Salah satu fokus utama adalah pada ibu hamil, untuk mencegah risiko stunting di masa mendatang. "Perawatan dan perlakuan terhadap balita yang mengalami stunting harus didasarkan pada analisis menyeluruh terhadap faktor penyebabnya," tambahnya. Bupati juga menekankan bahwa program percepatan penanganan stunting harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang efektif. "Kami pastikan agar semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Belitung berperan aktif dalam mendukung program ini agar dapat berjalan secara optimal," ujarnya. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung pada bulan Juni dan Agustus 2024, terjadi sedikit peningkatan prevalensi stunting di kalangan balita, yaitu dari 8,01 persen pada bulan Juni menjadi 8,28 persen pada bulan Agustus. "Diharapkan, melalui langkah-langkah intervensi yang terkoordinasi serta komunikasi yang intensif di antara instansi terkait, angka prevalensi stunting di Belitung bisa menurun," pungkasnya. ANTARA