**Borneonews - Cirebon** Pemerintah Kabupaten Cirebon, yang terletak di Jawa Barat, telah mengambil langkah signifikan dalam upaya menanggulangi masalah stunting dengan membangun fasilitas sumber air bersih di Kecamatan Sedong. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting di kawasan tersebut.
Penjabat Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas air bersih ini merupakan strategi utama dalam intervensi stunting. Dia menyatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat dalam meresmikan fasilitas tersebut.
Ketersediaan air bersih di kawasan tersebut diidentifikasi sebagai langkah krusial untuk mempercepat pengurangan stunting. Melalui pembangunan fasilitas akan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama selama musim kemarau ketika akses air bersih sering kali menjadi masalah.
Proses pemetaan dan pengkajian telah dilakukan sebelum pembangunan dimulai. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa wilayah, khususnya Desa Winduhaji di Kecamatan Sedong, menghadapi krisis air bersih yang serius pada saat musim kemarau. Menyadari hal ini, Wahyu menegaskan pentingnya fasilitas sumber air bersih sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Data terkini mencatat ada 97 keluarga yang teridentifikasi berisiko mengalami stunting di Desa Winduhaji. Di antara mereka, terdapat 27 balita yang mengalami masalah gizi, baik dalam kategori kurang maupun sangat kurang. Berdasarkan informasi tersebut, pemerintah daerah kemudian menginisiasi pengeboran sumber air bersih dengan kedalaman mencapai 162 meter, yang melebihi target awal sebesar 140 meter.
Wahyu menambahkan bahwa pembangunan sarana air bersih ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga, dengan menyediakan akses air bersih yang layak bagi 300 kepala keluarga di desa tersebut. Ke depan, fasilitas yang dibangun akan dilengkapi dengan pompa dan lubang pengeboran yang lebih besar untuk meningkatkan efisiensi distribusi air.
Selain itu, Pemkab Cirebon dan BKKBN Jawa Barat juga merencanakan kampanye kesehatan dengan menggelar peringatan puncak Hari Kontrasepsi Sedunia 2024 di Posyandu Desa Winduhaji. Dalam kampanye ini, mereka akan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan memastikan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak.
Melalui berbagai program ini, Wahyu Mijaya berharap agar kasus stunting tidak hanya dapat berkurang, tetapi juga dapat dicegah demi masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.
ANTARA
Pemkab Cirebon Bangun Fasilitas Air Bersih Untuk Cegah Stunting
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Truk Bermuatan Besi Bekas Terbalik di Tikungan Jalan Trikora Banjarbaru
Dua Pria Diduga Curi Brondolan Sawit Diamankan Warga
Sore Hari di Nagara HSS Gelap Gulita Imbas Cuaca Buruk
Komentar (0)
Memuat komentar…







