**Borneonews - Palu,** Pemerintah Kota Palu, yang terletak di Sulawesi Tengah, mengadakan acara bertajuk *Palu Berzikir* untuk mengenang enam tahun terjadinya bencana alam yang menghancurkan, yaitu gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi. Peristiwa tragis tersebut mengguncang ibu kota Sulawesi Tengah pada 28 September 2018.
Acara zikir akbar berlangsung di halaman kantor Wali Kota Palu pada hari Sabtu. Sebagai bagian dari rangkaian memperingati peristiwa bencana, kegiatan ini dimulai dengan zikir di masjid-masjid setempat yang diikuti dengan upacara tabur bunga di lokasi bekas likuefaksi serta area yang terdampak tsunami.
Pelaksana tugas harian Wali Kota Palu, Irmayanti Petalolo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana untuk memohon pengampunan dan keselamatan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala (SWT). Menurutnya, peristiwa mengkhawatirkan yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, dan sebagian Kabupaten Parigi Moutong merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, sebagai makhluk ciptaan, adalah kewajiban manusia untuk meminta perlindungan dan ampunan.
Zikir akbar ini juga diadakan bertepatan dengan acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjadi bagian dari puncak perayaan Hari Ulang Tahun Ke-46 Kota Palu. Dalam rangkaian kegiatan ini, tausyiah disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof Zainal Abidin. Ia menyoroti bahwa acara tersebut menjadi momen penting untuk merefleksikan dampak bencana gempa dengan kekuatan magnitudo 7,4. Ia mengingatkan bahwa manusia dan alam memiliki hubungan yang tak terpisahkan.
Lebih lanjut, Prof Zainal Abidin menjelaskan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk memperbaiki hubungan sosial dan mempererat silaturahmi demi mewujudkan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Sebelum melaksanakan kegiatan zikir, para pejabat Pemerintah Kota Palu melakukan ziarah ke pemakaman massal korban bencana yang terletak di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore. Ziarah ini dilakukan setelah kegiatan tabur bunga di Pantai Talise, yang merupakan lokasi bekas tsunami, serta di lokasi bekas likuefaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, dan di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat.
ANTARA
Palu Berzikir, Kenangan Enam Tahun Bencana Alam Mengguncang Kota
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







