**Borneonews - Demak**, Kepolisian Resor Demak, yang terletak di Jawa Tengah, mengimbau kepada para orang tua untuk lebih aktif dalam memantau pergaulan anak-anak mereka yang masih berstatus pelajar. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah terjadinya tindakan asusila di kalangan anak-anak.
Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Winardi, menekankan pentingnya memastikan bahwa anak-anak sudah berada di rumah pada malam hari. Ia mengingatkan agar orang tua tidak membiarkan anak-anak mereka berlama-lama di luar rumah saat malam gelap.
Sepanjang waktu, Polres Demak juga telah berupaya melakukan pembinaan terhadap remaja. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meminimalisir perilaku kenakalan remaja yang semakin marak. Setiap hari Senin, pihak kepolisian secara rutin mengunjungi sekolah-sekolah di Kabupaten Demak. Dalam kesempatan tersebut, mereka mengajak siswa-siswi untuk mematuhi peraturan lalu lintas serta menaati berbagai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk tindakan pencegahan terhadap kenakalan remaja.
Menanggapi kasus asusila yang menimpa salah satu siswi SMP di Demak, Winardi menyatakan bahwa kasus tersebut sedang dalam tahap penyidikan. Pelaku yang terlibat juga akan dihadapkan pada proses hukum yang berlaku. Menurutnya, pelaku dapat dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, yang menjatuhkan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Dalam kasus yang dimaksud, seorang korban dengan inisial Bunga yang merupakan siswa kelas 3 SMP, berpapasan dengan pelaku berinisial Rh, seorang siswa kelas 2 SMA, saat dirinya pergi untuk memfotokopi tugas sekolah. Korban kemudian diajak ke gedung SD Cabean 2 di Demak. Di sana, pelaku melancarkan aksinya di tempat yang seharusnya aman, dengan diketahui oleh teman-teman pelaku, bahkan ada yang merekam insiden tersebut.
Haris Wahyudi Ridwan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut memang terjadi di daerah tersebut. Ia menambahkan bahwa akses ke gedung SD tersebut memungkinkan pelaku melakukan aksi asusila karena kunci gerbang dalam keadaan rusak.
"Eksplorasi kasus ini menjadi evaluasi bagi kita semua, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan," kata Haris. Menyikapi insiden ini, dinas pendidikan akan memberikan dukungan psikologis kepada korban serta melakukan kerja sama dengan Dinas Sosial setempat untuk meningkatkan penguatan mental dan karakter di seluruh sekolah.
Kami sangat berharap agar anak yang menjadi korban tidak terpaksa berhenti sekolah. Apabila ada kebutuhan untuk memindah sekolah atau mengikuti program kejar paket, kami siap untuk memberikan bantuan dan fasilitasi yang diperlukan.
Di sisi lain, Haris Wahyudi dari Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa pihak sekolah juga akan memberikan dukungan psikologis bagi pelaku yang merupakan siswa SMA. Sementara untuk proses hukum terkait pelaku, ia menyerahkannya sepenuhnya kepada pihak berwenang.
Dalam rangka pencegahan, Haris menyebutkan bahwa berbagai upaya akan dilakukan, termasuk penguatan pendidikan agama, karakter, dan budi pekerti. Program ini juga meliputi pembinaan siswa mengenai pendidikan seksual serta bahaya perilaku bebas. Selain itu, mereka juga berusaha mencegah akses siswa terhadap konten-konten pornografi dan melakukan sosialisasi tentang UU ITE guna menanggulangi penyebaran konten negatif.
ANTARA
Polisi Imbau Orang Tua Awasi Pergaulan Anak untuk Cegah Asusila
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
BMKG: Waspadai Peningkatan Suhu di Siang Hari saat Peralihan Musim
Jangan Nekat Buang Sampah Sembarangan! Kelurahan MB Hilir Siap Tindak Pelanggar
RI-Rusia Jajaki Transfer Teknologi Tingkatkan Pengawasan Obat-makanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







