BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day 2024, Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar kegiatan pelayanan kesehatan hewan dan sosialisasi bahaya rabies, Sabtu, 28 September 2024, di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kobar.
Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kalteng dan Balai Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan Kalteng
Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kabupaten Kobar, drh. GM Sofyannoor, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan rabies di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang termasuk daerah endemis rabies.
"Rabies adalah penyakit zoonosis yang sangat berbahaya karena dapat ditularkan dari hewan ke manusia, dan lebih dari 90% kasus rabies pada manusia ditularkan melalui gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing, kucing, kera, dan musang," jelas GM Sofyannoor.
GM Sofyanoor menjelaskan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 130 ekor hewan mendapatkan suntikan vitamin untuk menjaga kesehatan mereka.
"Kemudian 85 ekor hewan, yang terdiri dari anjing, kucing, kera, dan musang, diberikan vaksin rabies. Selain itu, juga dilakukan operasi steril atau kastrasi untuk kucing jantan ras domestik, pemeriksaan kesehatan hewan, serta konsultasi kesehatan hewan," jelas GM. Sofyanoor.
Menurut GM Sofyanoor, pihaknya melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat, terutama dari komunitas pecinta kucing di Pangkalan Bun.
"Kuota untuk operasi steril sebenarnya hanya 10 ekor, tetapi pendaftar mencapai lebih dari 30 ekor. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat peduli dengan kesehatan hewan peliharaan mereka," jelas GM Sofyannoor.
GM Sofyanoor mengatakan, selain layanan kesehatan, acara ini juga diisi dengan sosialisasi bahaya rabies kepada masyarakat.
"Rabies tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat menimbulkan dampak psikologis seperti kepanikan dan kegelisahan. Oleh karena itu, pencegahan rabies sangat penting, terutama di daerah yang rawan rabies seperti Kabupaten Kobar," jelas GM Sofyannoor. (WAHYU KRIDA/H)









