JAKARTA –
**Borneonews - Mandalika**, Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mengungkapkan bahwa strategi teknis yang terencana secara matang menjadi faktor krusial dalam meraih kemenangan pada balapan Sprint MotoGP Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang berlangsung pada Sabtu lalu. Bagnaia memulai balapan dari posisi keempat di grid dengan memilih jalur luar dan berhasil melewati tikungan pertama sambil menempati posisi kedua. Di akhir lap pertama, dia mempertahankan keunggulan setelah Jorge Martín dari tim Prima Pramac Racing terjatuh di Tikungan 16. "Saya masih merasakan kesulitan di Tikungan 15 dan 16. Itu merupakan titik yang sangat menantang di mana saya hampir mengalami insiden beberapa kali. Oleh karena itu, dalam balapan ini, saya berusaha maksimal di tiga sektor pertama karena saya menyadari bahwa saya bukanlah pembalap tercepat pada bagian terakhir," ungkap Bagnaia, sebagaimana yang tercantum di laman resmi Ducati. Dia juga menambahkan pentingnya strategi yang diterapkan dan mencatat bahwa pendekatan ini hanya dapat berhasil pada hari tersebut. "Kami akan terus berlatih selama sesi pemanasan untuk memperbaiki performa menjelang balapan selanjutnya," tuturnya. Bagnaia merasa sangat senang dengan hasil yang diraihnya, walaupun menjalani balapan yang cukup menantang akibat kondisi cuaca yang sangat panas. "Saya sangat puas dengan kemenangan ini. Balapan ini bukanlah hal yang mudah karena suhu lintasan saat ini merupakan yang tertinggi yang pernah kami alami," katanya. Di pihak lain, rekan satu tim Bagnaia, Enea Bastianini, berhasil menyelesaikan balapan dengan posisi kedua. Bastianini memulai dengan baik dari posisi kelima, namun mengalami sedikit penurunan posisi akibat kesalahan kecil di tikungan pertama. Dengan kecepatan yang luar biasa, Bastianini mampu memperpendek jarak dengan para pembalap di depan pada paruh kedua balapan dan akhirnya menyalip Marc Márquez dari Gresini Racing pada putaran kedua terakhir. Walaupun meraih hasil yang baik, Bastianini mengaku tidak ingin cepat berpuas diri. Dia tetap waspada terhadap persaingan yang ketat pada balapan utama yang dijadwalkan pada Minggu (29/9) pukul 14.00 WIB. "Balapan besok pasti akan sulit. Jorge (Martín) mengalami kecelakaan hari ini, tetapi saya yakin dia akan sangat kompetitif pada balapan mendatang," ungkapnya dengan optimisme. ANTARA