**Borneonews - Kebumen**, American Red Cross (Amcross) bersama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) baru-baru ini memperkenalkan materi *Enhance Vulnerability Capacity Assessment* (EVCA) kepada relawan Siaga Berbasis Masyarakat (Sibat) Palang Merah Indonesia (PMI) dari seluruh Indonesia. Pelatihan ini dilangsungkan dengan tujuan meningkatkan kompetensi serta kualitas sumber daya manusia (SDM) pada Sibat PMI, khususnya dalam melakukan kajian risiko terkait kebencanaan di tengah masyarakat.
Teguh Wibowo, fasilitator dari Amcross, menyampaikan bahwa PMI memiliki rekam jejak yang kaya dalam menjalankan berbagai inisiatif untuk pengurangan risiko bencana. Organisasi ini juga telah beradaptasi dengan perubahan iklim sejak awal tahun 2000. Oleh karena itu, setiap anggota yang ditugaskan di lapangan, baik dalam upaya pencegahan maupun dalam proses penanganan bencana, diwajibkan untuk mampu melaksanakan berbagai kajian atas risiko yang akan mungkin muncul di masyarakat.
Dalam sesi yang sama, fasilitator Al Akbar Abubakar menekankan pentingnya masyarakat untuk memulai perencanaan dalam membangun ketahanan dengan melakukan analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu seperti jenis ancaman bencana, kerentanan yang ada, serta kapasitas masyarakat. Proses penyelidikan terhadap ketiga aspek tersebut memerlukan metodologi yang tepat dan menyeluruh.
Sejak 1990-an, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) telah memperkenalkan sejumlah pendekatan dalam memahami ketahanan di berbagai negara. Salah satu pendekatan awal adalah *Participatory Rural Appraisal/Vulnerability and Capacity Assessment* (PRA/VCA), yang mem-fokuskan pada analisis ketahanan masyarakat melalui 22 alat, yang dikelompokkan dalam lima dimensi ketahanan.
Kemudian pada tahun 2019, IFRC memperbarui pendekatan tersebut dengan menambah dimensi yang diakui menjadi 11 dimensi dalam metode yang kini dikenal sebagai EVCA. Pendekatan ini juga mempertimbangkan isu perubahan iklim dan melakukan kajian yang lebih mendalam terhadap masyarakat perkotaan. Fleksibilitas alat kajian juga meningkat; dari 22 alat yang ada, tidak semua harus digunakan. Ditambah lagi, tersedia kerangka excel khusus untuk memudahkan pengumpulan informasi dari masyarakat agar dapat menghasilkan dokumen kajian risiko yang komprehensif.
Sementara itu, Yana Mulyana, fasilitator dari JRCS, menggarisbawahi pentingnya peningkatan kapasitas dengan menggunakan materi EVCA bagi para relawan Sibat PMI di seluruh Indonesia. Hal ini dianggap sebagai salah satu langkah strategis untuk mengintegrasikan komponen ketahanan terbaru dalam upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Di antara komponen dimensi ketahanan yang diperkenalkan, terdapat pemahaman risiko, kesehatan, peluang ekonomi, serta kohesi sosial, yang semuanya berfungsi untuk memperkuat informasi yang akan diperoleh selama proses kajian risiko. Yana menekankan bahwa, Dengan adanya pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan pendekatan *VCA* dalam kegiatan kajian risiko di masyarakat, khususnya di area yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Mengembangkan ketahanan masyarakat merupakan elemen kunci dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana harus diberdayakan secepat mungkin dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Hal ini juga mencakup pengenalan mengenai cara merencanakan dan melaksanakan ketangguhan bencana dengan melibatkan partisipasi masyarakat itu sendiri.
ANTARA
Pelatihan EVCA Tingkatkan Kapasitas Relawan Sibat PMI di Kebumen
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Komentar (0)
Memuat komentar…







