**Borneonews - Banda Aceh**, *Indonesia Corruption Watch (ICW)* menegaskan bahwa kolaborasi antara jurnalis dan organisasi masyarakat sipil (CSO) di Aceh sangat penting dalam upaya mencegah dan memberantas tindakan korupsi. Koordinator Divisi Kampanye Publik, Tibiko Zabar Pradano, menyatakan urgensi untuk menghimpun kekuatan masyarakat sipil dan jurnalis guna menggali skandal korupsi yang terjadi, terutama setelah adanya revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dan munculnya pemimpin KPK yang diduga terlibat dalam kasus korupsi.
Saat ini, di Aceh terdapat kelompok jurnalis investigasi (KJI) yang bekerja sama dengan Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA). Mereka bersama-sama telah menghasilkan laporan investigasi mengenai dugaan korupsi dalam pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh dan pembangunan Jembatan Blang Mane di Bireuen. Pengadaan barang dan jasa menjadi fokus utama dalam investigasi tersebut, lantaran sektor ini dinilai sangat rentan terhadap praktik korupsi.
Tibiko menyampaikan bahwa hampir 40 persen dari kasus korupsi yang terdeteksi setiap tahunnya berhubungan dengan sektor pengadaan barang dan jasa. Data dari KPK juga mengungkap bahwa lebih dari setengah kasus yang ditangani mencakup area ini. Menurutnya, sektor pengadaan sering kali disalahgunakan oleh pihak-pihak di kalangan eksekutif, legislatif, serta swasta demi meraih keuntungan pribadi. Padahal, pengadaan barang dan jasa seharusnya merupakan implementasi dari kebijakan publik yang berdasar pada kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, anggota KJI Aceh, Fitri, berharap agar kolaborasi ini dapat terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak jurnalis muda. Ia berharap generasi baru jurnalis dapat terjun lebih dalam dalam isu investigasi, khususnya yang berkaitan dengan korupsi.
Lebih lanjut, Koordinator MaTA, Alfian, menekankan pentingnya memperkuat kerjasama antara jurnalis dan lembaga masyarakat sipil dalam memantau proyek-proyek pembangunan di Aceh yang berpotensi terjadi penyimpangan hukum. Ia menyatakan, "Kolaborasi ini harus diperluas untuk mengawasi pembangunan, mengingat korupsi dalam proyek-proyek tersebut masih menjadi masalah serius bagi masyarakat dan jurnalis di Aceh."
Alfian juga berharap bahwa inisiatif ini dapat memperkuat gerakan jurnalis investigasi di Aceh, serta mendorong dukungan terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam berbagai proyek pembangunan. Ia menekankan pentingnya memperkuat gagasan dan ide yang ada, serta membangun kampanye yang lebih efektif, terutama melalui media sosial untuk memperluas penyebaran hasil investigasi jurnalis.
ANTARA
Kolaborasi Jurnalis dan CSO, Kunci Berantas Korupsi di Aceh
Bagikan:

BANDA ACEH –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







