JAMBI –
**Borneonews - Tanjung Jabung Timur**, Universitas Jambi (Unja) meluncurkan teknologi pertanian yang mendukung penggunaan tanaman sorgum sebagai alternatif pakan ternak bagi kelompok tani di Kecamatan Geragai, daerah Tanjung Jabung Timur. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan perlindungan terhadap tanaman dari hama dan penyakit. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unja, Asniwita, menjelaskan bahwa dalam rangka mencapai tujuan tersebut, dosen Fakultas Peternakan Unja bersama mahasiswa-pelaksana program *Merdeka Belajar Kampus Merdeka* (MBKM) telah melakukan sosialisasi mengenai inovasi pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan pada akhir pekan lalu dan menjadi bagian penting dalam peningkatan pengetahuan masyarakat tentang teknologi pertanian terkini. Salah satu fokus utama program ini adalah penerapan teknologi *Plant Growth Promotion Fungi* (PGPF) yang berfungsi sebagai pupuk hayati dan biopestisida untuk mendukung pengembangan tanaman sorgum. Dalam pelatihan yang diadakan, dosen dan mahasiswa memaparkan cara-cara penerapan PGPF baik sebelum penanaman maupun sesudahnya. Kelompok tani yang terlibat juga menerima penyuluhan mengenai berbagai aspek terkait PGPF, termasuk manfaatnya, teknik perbanyakan, serta metode penerapannya pada tanah dan tanaman sorgum. Para peserta mendapatkan pengetahuan baru mengenai kelebihan sorgum sebagai tanaman dan pakan ternak yang bermanfaat. Parli, ketua kelompok tani setempat, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada tim pengabdian serta mahasiswa MBKM yang telah memberikan penyuluhan. Ia menyoroti banyaknya manfaat PGPF untuk tanaman, termasuk sebagai pupuk hayati dan dalam pengendalian hama dan penyakit. Ia juga menyampaikan bahwa aplikasi teknologi yang diperkenalkan merupakan informasi yang sangat dinanti oleh para petani dan peternak. Pasalnya, ini adalah pengenalan perdana mengenai sorgum sebagai pangan dan pakan ternak bagi mereka. Di masa mendatang, Parli berharap bahwa kelompok tani dapat mengimplementasikan teknologi yang telah dipelajari untuk mengembangkan tanaman sorgum lebih lanjut. Inisiatif ini diharapkan dapat menambah pengetahuan para petani dan masyarakat tentang PGPF serta tanaman sorgum, sejalan dengan program pemerintah yang menargetkan pengembangan sorgum sebagai komoditi keempat setelah padi, jagung, dan kedelai. Dengan keberhasilan implementasi ini, diharapkan dapat tercipta pertanian yang lebih berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut. ANTARA