SURABAYA –
**Borneonews - Nganjuk**, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun, yang berlokasi di Jawa Timur, melaporkan bahwa empat perjalanan kereta api mengalami gangguan akibat kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil pikap dan kereta api Gajayana. Insiden tersebut terjadi di Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Kuswardojo, Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, memberikan penjelasan bahwa akibat kecelakaan di perlintasan tersebut, empat kereta mengalami keterlambatan. Kereta api KA 55 Gajayana, dengan rute Malang-Gambir, mengalami keterlambatan selama 70 menit saat berangkat dari Stasiun Nganjuk. Selain itu, KA 97A Sancaka (Surabaya Gubeng-Yogyakarta) berangkat lima menit terlambat dari Stasiun Sukomoro. Selanjutnya, KA 103 Singasari (Blitar-Pasarsenen) juga mengalami keterlambatan, yakni 10 menit dari Stasiun Sukomoro, sementara KA 117A Wijayakusuma berangkat dengan keterlambatan sembilan menit dari stasiun yang sama. Ihwal kecelakaan tersebut, dijelaskan bahwa mobil pikap yang mogok berada di jalur perlintasan kereta api yang telah dilengkapi dengan palang pintu dan penjaga, dengan nomor Jpl 96 di lokasi tersebut. Kecelakaan terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 17.52 WIB. Akibat dari insiden ini, kerugian dialami oleh PT KAI, di mana lokomotif KA 55 Gajayana mengalami kerusakan di bagian depannya dan harus menghentikan perjalanan secara mendadak untuk melakukan perbaikan. Sebagai respons atas keterlambatan yang terjadi dan ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang, PT KAI telah meminta maaf. Perusahaan juga telah memberikan *service recovery* kepada para pelanggan yang terdampak. Mereka memastikan bahwa perjalanan kereta api dapat dilanjutkan dengan aman dan nyaman. Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengganti lokomotif, kereta api Gajayana kembali melanjutkan perjalanannya pada pukul 19.07 WIB. Dalam upaya meningkatkan keselamatan, PT KAI mengimbau masyarakat agar tetap waspada di pelintasan sebidang, baik yang terjaga maupun tidak. Kuswardojo menekankan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama, menghimbau agar pengguna jalan di perlintasan sebidang selalu berhenti dan melihat ke kiri dan kanan, serta hanya melintas ketika kondisi aman. Lebih lanjut, Kuswardojo menambahkan bahwa PT KAI berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lain untuk meningkatkan keselamatan di pelintasan sebidang. Hal ini juga mencakup sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan keselamatan yang berlaku. ANTARA