JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menggelar pertemuan bilateral dengan Bank Negara Malaysia (BNM) yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama serta mengeksplorasi potensi kolaborasi di sektor perbankan syariah, keuangan berkelanjutan, dan perkembangan lembaga jasa keuangan (LJK) di kedua negara. Dalam pernyataannya, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengungkapkan bahwa pertemuan ini menitikberatkan pada pembiayaan dan perbankan syariah. Diskusi juga mencakup isu keuangan berkelanjutan dan manajemen risiko iklim, serta berbagai bidang lain yang menjadi kepentingan bersama dengan cakupan yang lebih luas. Mahendra menjelaskan, “Hal ini tidak hanya melibatkan regulator, tetapi juga ekonomi dari kedua negara.” Pertemuan tersebut berlangsung dengan dipimpin oleh Mahendra dan Gubernur BNM, Abdul Rasheed Ghaffour, di Jakarta pada hari Jumat. Mereka membahas kemajuan terhadap industri perbankan syariah, serta inisiatif untuk mengembangkan kebijakan manajemen risiko iklim. Mereka juga membahas pengaturan dan pengawasan terhadap aktivitas keuangan hijau yang dilakukan oleh lembaga jasa keuangan. Dalam kesempatan itu, kedua pihak menegaskan pentingnya meningkatkan implementasi keuangan berkelanjutan melalui pertukaran pengetahuan mengenai praktik terbaik untuk mengatasi risiko iklim. Gubernur BNM, Abdul Rasheed Ghaffour, turut memberikan apresiasi terhadap pertemuan tersebut dan menyatakan bahwa pertemuan ini memberikan banyak manfaat dalam memperkuat kerjasama di antara dua otoritas. Abdul menilai, “Kita menghadapi tantangan yang serupa. Berbagi pengalaman, pandangan, dan wawasan dalam pertemuan ini akan sangat bermanfaat bagi kedua pihak. Ini juga menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat dan memperluas kerja sama antara kita.” Sebagai bagian dari hasil pertemuan, kedua otoritas sepakat untuk melakukan perubahan terhadap nota kesepahaman atau *memorandum of understanding* (MoU) yang telah ditandatangani pada 29 April 2016, yang masih berlaku hingga kini. Dalam amendemen tersebut, kedua pihak sepakat untuk menambahkan area kerjasama terkait *financial technology*. Melalui inisiatif ini, OJK dan BNM menunjukkan komitmen mereka untuk memperkuat hubungan bilateral serta meningkatkan kolaborasi dalam sektor jasa keuangan, yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak. ANTARA