JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, menekankan kepada pemerintah desa dan berbagai pihak terkait untuk memiliki niat yang kuat dalam mengembangkan desa wisata. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam, agar desa-desa wisata tersebut dapat beroperasi secara berkelanjutan. Dalam sebuah kesempatan pidato di acara Malam Apresiasi Lomba Desa Wisata Nusantara, Gus Halim, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa desa wisata yang dirancang dengan fokus pada kelestarian alam akan memberikan manfaat yang signifikan. Menurutnya, jika desa wisata dibangun dengan memperhatikan lingkungan, tidak hanya akan terlihat menarik, tetapi juga menciptakan suasana nyaman bagi masyarakat dan pengunjung. Gus Halim percaya bahwa niatan untuk melestarikan alam akan membuat desa wisata mampu bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Dia mengungkapkan keyakinannya bahwa langkah ini bisa menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Lebih lanjut, ia juga mengingatkan tentang pentingnya pengelola desa wisata dan masyarakat di sekitarnya untuk menjaga nilai keramahtamahan. Ia menyebutkan pengalaman pribadi saat mengunjungi beberapa desa wisata, di mana sikap ramah tamah dan penyambutan yang baik kepada tamu terbukti membuat tempat tersebut tetap menarik. Selain itu, Gus Halim juga mendorong semua pihak untuk lebih mengedepankan aspek kebersihan dalam pengelolaan desa wisata. Kebersihan, menurutnya, adalah kunci untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi para wisatawan. Acara Lomba Desa Wisata Nusantara diadakan dengan tujuan utama untuk memberikan motivasi kepada desa-desa di seluruh Indonesia agar dapat mengenali serta mengembangkan potensi wisata yang dimiliki. Dengan mengoptimalkan potensi ini, diharapkan perekonomian desa bisa meningkat secara signifikan. Lomba ini juga bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap budaya lokal, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta mengajak mereka untuk berkreasi dan berinovasi dalam mendalami literasi budaya desa. Peserta dari Lomba Desa Wisata Nusantara 2024 terdiri dari semua desa yang memiliki daya tarik wisata, baik yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun BUMDesma, dan dibagi menjadi dua kategori. Kategori I mencakup desa sangat tertinggal, tertinggal, dan berkembang, sedangkan Kategori II meliputi desa maju dan mandiri. ANTARA