**Borneonews - Denpasar**, Pemerintah Provinsi Bali berhasil memperoleh penghargaan Anindhita Wistara Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) atas prestasi yang sangat baik dalam pelaksanaan statistik sektoral. Penghargaan ini merupakan pengakuan bagi lembaga pemerintahan atau organisasi yang berhasil memanfaatkan data statistik dengan cara yang efektif.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Bali, Gede Pramana, mengungkapkan bahwa penghargaan ini mencerminkan keberhasilan Bali dalam menempati posisi kedua sebagai Satuan Kerja Terbaik di kategori Pemerintah Provinsi, berdasarkan Program Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Posisi ini diraih setelah Jakarta dan di atas daerah Istimewa Yogyakarta.
Pramana menjelaskan bahwa Provinsi Bali memperoleh Indeks Pembangunan Statistik (IPS) dengan angka 3,37, yang menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya yang tercatat pada angka 3,11. Hal ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengelolaan data dan statistik di wilayah tersebut.
Penilaian dari BPS dilakukan secara terstruktur dengan melalui proses verifikasi dan validasi data. Tujuannya adalah untuk menilai kematangan dalam penyelenggaraan statistik sektoral di tingkat pemerintahan daerah. Pramana menegaskan bahwa penghargaan ini adalah hasil kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk kerjasama yang baik dengan BPS Provinsi Bali.
Dalam kategori kabupaten, penghargaan tertinggi diraih oleh Kabupaten Bantul, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Tangerang. Sementara di tingkat kota, penghargaan terbaik diterima oleh Kota Magelang, Kota Malang, serta Kota Tangerang.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang menyerahkan penghargaan tersebut, menekankan pentingnya pengambilan kebijakan berbasis data dan teori. Ia menyampaikan bahwa kebijakan yang tidak didukung oleh analisis data yang kuat cenderung akan bergantung pada keberuntungan semata.
Statistik memainkan peran vital dalam proses pembuatan kebijakan, ujar Mendagri. Ia juga memberikan contoh mengenai penanganan inflasi, di mana analisis berbasis data dari BPS mampu menjaga stabilitas inflasi nasional yang saat ini terjaga pada angka 2,1 persen.
Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, juga menekankan bahwa dalam peringatan hari statistik, penyediaan data statistik berkualitas menjadi fokus utama. Data statistik yang berkualitas memiliki peranan penting dalam mencapai visi besar Indonesia Emas 2045, katanya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pencapaian itu membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, akademisi, hingga partisipasi masyarakat umum.
ANTARA
Bali Raih Penghargaan Anindhita Wistara Data dari BPS
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







