BORNEONEWS, Barsel - Kapolres Barito Selatan (Barsel), AKBP Yussak Angga meminta anggotanya yang baru melakukan serah terima jabatan (Sertijab) segera beradaptasi dengan lingkungan atau wilayah hukum yang baru. Sertijab di tubuh Pores Barsel, yakni, Kasat Lantas yang sebelumnya dijabat AKP Asep Deni (kini Kanit 1 Satpjr Ditlantas Polda Kalteng), digantikan oleh AKP Anang Hardiyanto, mantan Kanit Regiden Polresta Pekan Baru.
“Segera kenali kesatuan dan lingkungan tugas dengan segala potensi yang ada dan tindaklanjuti hal-hal positif yang sudah dirintis oleh pejabat lama serta lebih ditingkatkan lagi,” kata Kapolres Barsel, AKBP Yussak Angga kepada Borneonews usai sertijab Kasat Lantas di Mako Polres Barsel, Jumat (12/8/2016).
Kapolres memerintahkan kepada Kasatlantas yang baru untuk menciptakan situasi lingkungan kerja yang harmonis dan berbasis kemitraan baik internal maupun ekstrenal untuk lebih meningkatkan produktifitas dengan mengedepankan kebersamaan. Munculkan dan aplikasikan inovasi baru serta kembangkan sikap kompetitif positif dalam kinerja. Karena itu merupakan indikator keberhasilan untuk mendukung pengembangan karier serta terwujudnya kinerja positif Polres Barsel.
“Yang lebih penting lagi berikanlah pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya. Karena tanpa masyarakat kita bekerja akan sia-sia,” ucapnya.
Ia pun meminta untuk melakukan koordinasi dan kerjasama serta menjalin hubungan yang harmonis dengan instansi pemerintah dan aparat keamanan lainnya dan kelompok masyarakat untuk membina kamtibmas didaerah. Dirinya, mengharapkan dukungan dan kerjasamanya kepada pejabat yang baru dilantik agar lebih profesional serta menyiapkan anggota dalam menghadapi tugas-tugas kedepan.
“Saya menegaskan kepada semua aparat kepolisian agar menghindari perbuatan yang menurunkan citra Polres Barsel. Kita merupakan pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat,” tandasnya.
Hal tersebut, lanjut dia, guna terpeliharanya dinamika kehidupan organisasi. Sehingga mampu melaksanakan tugas harkamtibmas, gakkum serta sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Dan secara lebih profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta memenuhi harapan dan tuntutan masyarakat.
“Dengan begitu dapat menumbuhkan semangat pengabdian yang tinggi dalam mengukir prestasi dalam setiap penugasan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat,” harapnya. (Uriutu Djaper/N).








