MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar baru-baru ini menyelenggarakan sebuah workshop dengan tema "Berdakwah Tanpa Batas." Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para mubaligh agar dapat menjadi *content creator* yang mampu memanfaatkan platform digital dalam menyebarkan pesan-pesan Islam. Ketua MUI Makassar, AG Dr KH Baharuddin, dalam sambutannya, mengajak semua peserta untuk memanfaatkan berbagai media sosial yang ada. Menurutnya, ruang lingkup dakwah selama ini mengalami batasan, namun dengan adanya teknologi, dakwah dapat disampaikan tanpa mengenal batasan waktu dan tempat. Dr KH Baharuddin berharap, para peserta dapat memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat setelah mengikuti workshop ini. Ia mengatakan, "Insha Allah, peserta bisa mendapatkan pencerahan dari para pemateri, dan semoga semua peserta tetap aktif hingga acara selesai." Di sisi lain, Ismawaty Nur, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, menjelaskan mengenai pentingnya peran *content creator* di zaman digital saat ini, terutama yang berfokus pada dakwah Islam. Ia menekankan bahwa setiap *content creator* harus bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk menyebarluaskan kebaikan dan memperkuat iman di kalangan masyarakat. Ismawaty menambahkan bahwa Pemkot Makassar memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang melibatkan generasi muda, terutama dalam penggunaan teknologi digital untuk menyebarkan pesan positif. "Visi Pemkot Makassar adalah mendorong generasi muda untuk aktif menggunakan teknologi dalam menyebarkan pesan-pesan kebaikan yang bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya. Melalui workshop ini, Ismawaty berharap peserta dapat mengembangkan keterampilan mereka dalam menciptakan konten yang memiliki nilai manfaat. Menurut ketua panitia, Rubianty Sudikio, peran seorang *da'i* sangat penting dan harus melekat pada setiap individu Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, karena mereka adalah pelaku utama dalam dakwah. Dia mencatat bahwa di era digital saat ini, generasi milenial harus mampu memanfaatkan media sebagai alat untuk berdakwah. Rubiancy berpesan agar media tidak hanya digunakan untuk kesenangan tanpa batas, namun juga untuk mengingat Allah dan tetap terlibat dalam dakwah dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman. "Metode dakwah harus terus dikembangkan agar tidak tertinggal," ujarnya. Dengan tujuan memberikan ruang bagi *da'i* dan mubaligh muda untuk memahami teknologi, workshop ini diharapkan dapat menciptakan dakwah yang tidak mengenal batasan. Dalam kegiatan ini hadir juga para narasumber seperti Muannas, Ketua Komisi Infokom MUI Makassar, dan Thamzil Thahir, Pemimpin Redaksi Tribun Timur, serta para pengurus MUI Makassar lainnya. ANTARA