GORONTALO –
**Borneonews - Bone Bolango**, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari objek wisata yang menampilkan hiu paus di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo terus menunjukkan tren positif. Yudiawan Maksum, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Bolango, menginformasikan bahwa hingga bulan September 2024, kontribusi PAD dari wisata ini telah mencapai 45 persen dari total capaian yang berhasil diperoleh untuk daerah. Pada bulan Agustus 2024 saja, jumlah pendapatan yang berhasil dihimpun mencapai Rp168,4 juta. Meskipun belum ada rincian akurat mengenai besaran peningkatan pendapatan dari lokasi wisata ini, Yudiawan percaya bahwa data yang tercatat oleh bendahara menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setiap bulannya. Kondisi ini menjadi dasar bagi pemerintah Kabupaten Bone Bolango, khususnya Dinas Pariwisata, untuk memfokuskan upaya pada pengembangan dan peningkatan infrastruktur di kawasan wisata tersebut. Menurut Yudiawan, tahun lalu, pemerintah telah melakukan pengembangan sarana dan prasarana menggunakan dana dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan total alokasi sebesar Rp1,5 miliar. Mengenai fasilitas pendukung, ia mengakui bahwa objek wisata hiu paus saat ini masih menghadapi keterbatasan terutama dalam hal akomodasi, di mana hanya terdapat dua rumah tinggal yang sering digunakan oleh pengunjung. Terkait dengan retribusi, pemerintah hanya memungut biaya masuk yang terbilang cukup terjangkau, yaitu Rp10 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp50 ribu untuk wisatawan asing. Namun, hal yang menjadi keluhan bagi wisatawan lokal adalah tingginya biaya sewa perahu *tembus pandang*, yang ditawarkan oleh kelompok masyarakat setempat dengan tarif mencapai Rp500 ribu untuk satu kali sewa. Yudiawan menekankan pentingnya evaluasi mengenai hal ini agar objek wisata unggulan tersebut dapat berkembang lebih baik, sehingga memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Terlebih lagi, objek wisata hiu paus di Desa Botubarani telah dikenal luas dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Gorontalo. Menanggapi hal ini, Yudiawan menyatakan, "Pemerintah akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam mengembangkan sektor pariwisata. Dengan meningkatnya PAD, perekonomian pemerintah dan masyarakat pun akan lebih baik." ANTARA