PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Selatan menjalin kolaborasi dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) Raya. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan orang asing di tiga kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung. Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sumsel, Sigit Setyawan, menyatakan bahwa untuk memaksimalkan pengawasan, diadakan pertemuan koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing di tingkat kabupaten yang meliputi OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan. Pertemuan ini dilaksanakan pada akhir pekan dan menjadi langkah penting dalam sterilisasi wilayah dari potensi gangguan. Dikatakan bahwa dalam konteks persiapan menjelang pemilihan kepala daerah serentak yang dijadwalkan pada 27 November 2024, pengawasan orang asing perlu ditingkatkan untuk mencegah gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Situasi ini menjadi semakin krusial mengingat hanya ada beberapa bulan lagi sebelum pelaksanaan pilkada. Sigit menegaskan bahwa melalui sinergi antara Timpora di seantero OKU Raya, pelaksanaan dan persiapan Pemilihan Kepala Daerah 2024 diharapkan dapat berjalan lancar. Pihaknya mencita-citakan pelaksanaan pilkada ini berteguh pada prinsip zero konflik, sehingga semua berjalan dengan kondisi yang aman dan kondusif. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 33 instansi yang tergabung dalam keanggotaan Timpora di Kabupaten OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan. Pertemuan ini dimaksudkan sebagai forum komunikasi dan kolaborasi untuk bertukar informasi mengenai keberadaan serta aktivitas orang asing. Sigit menambahkan bahwa pelaksanaan rakor ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Imigrasi dan instansi terkait lainnya dalam memantau orang asing di wilayah tersebut. Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Ilham Djaya, sebelumnya juga memberikan apresiasi terhadap rapat koordinasi ini. Ia menyatakan bahwa pengawasan orang asing di masa kini menghadapi banyak tantangan, sehingga kesepahaman dan kolaborasi antar anggota Timpora sangat diperlukan. Melalui pertemuan ini, diharapkan semua pihak dapat menyamakan visi dan misi serta bekerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan wilayah Sumatera Selatan dari potensi ancaman terkait keberadaan orang asing. ANTARA