MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengungkapkan harapannya agar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dapat lebih optimal dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menekankan pentingnya pengenalan karakteristik daerah sebagai langkah awal untuk meningkatkan PAD. Adnan menyatakan, "Kita perlu memahami baik kondisi maupun situasi di Kabupaten Gowa. Tanpa pemahaman tersebut, mustahil kita dapat meningkatkan PAD dengan efektif." Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) PAD yang diadakan di Bali pada hari Sabtu. Dalam rakor ini, Bupati Gowa memaparkan beberapa strategi yang perlu diterapkan untuk mendorong pertumbuhan PAD. Ia menekankan pengembangan sektor-sektor kunci seperti pariwisata unggulan dan penciptaan lingkungan yang baik untuk investasi. Langkah-langkah yang diusulkan termasuk melakukan inovasi dalam peningkatan PAD, mengoptimalisasi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Cabang, serta memperbaharui data wajib pajak dan meningkatkan layanan penagihan. Dia juga menegaskan bahwa PAD memiliki peran yang sangat penting dalam pembiayaan berbagai program pembangunan daerah yang telah direncanakan, sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Gowa. "Kita harus mengidentifikasi potensi yang dapat kita kembangkan. PAD sangat strategis untuk mendukung pembangunan daerah," tambahnya. Lebih lanjut, Bupati yang telah menjabat selama dua periode ini mengingatkan peserta rakor untuk memanfaatkan diskusi tersebut dengan serius. Ia berharap setelah acara ini, para peserta dapat lebih aktif dalam mencari sumber-sumber baru untuk peningkatan PAD. Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Gowa, Indra Wahyudi Yusuf, menjelaskan bahwa rakor ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan persepsi antara target dan realisasi PAD. Ia menyebutkan bahwa rakor ini juga memberikan edukasi mengenai perubahan tarif pajak bumi dan bangunan (PBB), sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 yang mengatur Anggaran Keuangan Pemerintah Daerah. "Ini merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk membangun komunikasi yang efektif di antara pengelola PAD. Kami berharap dengan pemahaman yang sama, kemandirian daerah dapat tercapai, yang diindikasikan dengan kontribusi PAD yang signifikan," ungkapnya. Indra Wahyudi juga menekankan berbagai inisiatif yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa untuk mencapai target PAD, baik melalui intensifikasi program yang sudah berjalan dengan baik, maupun melalui ekstensifikasi untuk menggali potensi-potensi yang selama ini terabaikan. Ia mencatat sejumlah sektor, seperti restoran, hotel, dan villa, yang masih banyak masyarakatnya yang belum menyadari kewajiban membayar pajak. Dalam rakor tersebut, terdapat sesi penyampaian materi oleh Prof. Marsuki DEA, seorang pakar ekonomi dari Sulsel. Materi yang disampaikan bertujuan untuk selaras dengan target dan realisasi PAD dari sektor pajak dan retribusi menjelang akhir Tahun Anggaran 2024. Marsuki DEA menjelaskan perlunya penguatan *local taxing* power pada pemerintah daerah, yang merupakan hasil dari desentralisasi fiskal bersamaan dengan otonomi daerah. "Setiap instansi yang mengelola retribusi daerah seharusnya mampu merancang rencana bisnis yang baik, menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, dan memastikan pengendalian terhadap biaya serta penerimaan untuk mencapai hasil yang optimal," ujarnya. ANTARA