JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Selatan**, Mitra Orphys Sport Clinic (MOSC) telah memasuki tahun ketiga operasionalnya dan berkomitmen untuk meningkatkan layanan rehabilitasi cedera olahraga bagi para atlet. Fokus utama MOSC adalah memberikan pelayanan yang lebih baik dalam mendukung penggiat olahraga di seluruh Indonesia. Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta Selatan, Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Cedera Olahraga, dr. IGM Febry Siswanto SpOT (K), menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia mengungkapkan, "Kami akan terus bersemangat untuk memberikan yang terbaik serta memenuhi kebutuhan para pelaku olahraga di tanah air." Febry mengakui bahwa layanan yang ditawarkan MOSC selama dua tahun terakhir belum mencapai level ideal. Ini menjadi dorongan bagi tim MOSC untuk terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan yang mereka berikan. “Saat ini, pelayanan di Mitra Orphys Sport masih jauh dari apa yang dianggap sempurna. Kami memiliki tantangan untuk bisa menjadi lebih baik di tahun yang akan datang,” katanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, MOSC berencana untuk meningkatkan jumlah sumber daya manusia serta kualitas tim medis dan fisioterapi. Peningkatan ini akan memberikan dampak positif bagi pelayanan kepada para atlet yang membutuhkan penanganan cedera secara profesional. Direktur Mitra Keluarga Cibubur, dr. Sri Widiyaningsih MARS, juga menambahkan rencana ke depan untuk merambah lebih banyak cabang olahraga, setelah sebelumnya sukses menjadi mitra resmi PSSI untuk lima tahun ke depan. Menurutnya, saat ini layanan unggulan telah menjangkau enam cabang olahraga dan akan segera melibatkan voli sebagai cabang olahraga ketujuh. Ia berharap dapat menjalin kerjasama dengan lebih banyak cabang olahraga di masa yang akan datang. “Kami sedang mendekati beberapa cabang olahraga lainnya, dan kami berharap dapat berkembang lebih jauh,” ungkap Widi. Febry menjelaskan bahwa setiap cabang olahraga memiliki jenis cedera yang berbeda. Untuk olahraga yang mengutamakan kelincahan, seperti sepak bola, futsal, dan basket, cedera pada lutut dan pergelangan kaki menjadi sangat umum. Sementara itu, olahraga voli cenderung lebih sering menghadapi masalah cedera pada area bahu. Lebih jauh, Febry menekankan bahwa pendekatan dalam penanganan cedera di MOSC melibatkan kerja sama antara tim medis dan atlet itu sendiri. "Proses penanganan tidak satu-satunya terbatas pada operasi, tetapi juga mencakup perawatan pasca operasi yang memerlukan waktu dan komitmen dari atlet untuk sembuh," jelasnya. Widi menambahkan bahwa MOSC berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya dalam menangani cedera secara teknis, tetapi juga dengan pendekatan yang menjadikan atlet merasa seperti di rumah sendiri. Ini bertujuan agar para atlet cepat pulih dan dapat kembali bertanding dengan kondisi optimal. "Kami selalu memotivasi para atlet dan menegaskan bahwa cedera bukanlah akhir dari segalanya," tutup Widi. ANTARA