PADANG –
**Borneonews - Solok**, Kepolisian Daerah Sumatera Barat telah mendirikan posko *ante-mortem* untuk menangani kasus korban jiwa akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap insiden tragis yang menewaskan sejumlah warga. Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Komisaris Besar Polisi Dwi Sulystiawan, mengungkapkan bahwa posko tersebut dibuka di Kantor Wali Nagari Talang Babungo. Tugasnya adalah memberikan informasi kepada keluarga korban mengenai situasi terkini dan proses identifikasi yang sedang dilakukan oleh tim terkait. Dwi Sulystiawan menjelaskan bahwa posko *ante-mortem* ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Sumbar dan jajaran polres setempat. Tim ini bekerja dengan semangat tinggi untuk menangani para korban yang telah berhasil dievakuasi oleh tim pencarian dan pertolongan (SAR) bersama masyarakat. Saat ini, tim telah aktif melaksanakan pendataan dan identifikasi terhadap jenazah yang telah ditemukan. Hingga Sabtu, 28 September 2024, pukul 10.00 WIB, berdasarkan data yang dihimpun, total korban yang terlibat dalam bencana ini mencapai 23 orang. Dari jumlah tersebut, 12 orang sudah teridentifikasi sebagai korban meninggal, sementara tiga orang mengalami luka ringan, dua orang luka sedang, dan enam orang lainnya mengalami luka berat. Peristiwa tanah longsor diduga terjadi akibat aktivitas tambang ilegal dan terjadi pada Kamis, 26 September 2024, sore. Lokasi longsor berada di lubang bekas galian tambang lama di Nagari Sungai Abu. Tantangan yang dihadapi tim evakuasi sangat berat, mengingat kondisi jalan yang sulit diakses oleh kendaraan roda empat maupun dua. Meski demikian, berkat kerjasama yang solid serta dedikasi tinggi dari tim SAR gabungan dan masyarakat setempat, upaya evakuasi dapat dilaksanakan dengan baik dan korban berhasil ditemukan. Contoh kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi operasi pencarian dan pertolongan di masa mendatang. ANTARA