JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan kesiapannya untuk bermitra dengan PT PLN dalam rangka mengembangkan ekosistem biomassa yang berfokus pada ekonomi kerakyatan. Dia mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian dan PLN berencana untuk memperluas aktivitas biomassa di seluruh Indonesia, termasuk melalui 46 pembangkit *PLTU* yang berada di berbagai lokasi. Tujuannya adalah untuk membangun ekosistem biomassa yang mengintegrasikan prinsip ekonomi kerakyatan dan pertanian terpadu. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sudaryono saat menghadiri peresmian pengembangan ekosistem biomassa yang berbasis pada ekonomi kerakyatan dan pertanian terpadu di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Tasikmalaya. Menurutnya, kolaborasi ini akan menjadi langkah awal yang kemudian akan diperluas ke daerah lain di seluruh Indonesia. Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, Wamentan menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian dan PLN sedang giat mengedukasi para petani untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada. Ia mencontohkan, bagi lahan yang tidak terpakai, petani disarankan untuk menanam berbagai jenis tanaman, seperti padi atau jagung. Lebih lanjut, Sudaryono juga menyoroti pentingnya kolaborasi untuk merestorasi lahan-lahan yang berada dalam kondisi kritis, terutama yang tergolong tandus. Ia merekomendasikan agar PLN dan Kementerian Pertanian bekerja sama untuk menanam jenis tanaman seperti *Indigofera* dan *Kaliandra*. Kedua tanaman ini dikenal dengan berbagai manfaat, termasuk kemampuannya untuk meningkatkan kesuburan tanah dan sebagai sumber pakan yang bergizi tinggi bagi ternak. Pria tersebut menjelaskan bahwa penggunaan daun *Indigofera* sebagai pakan ternak telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Dalam waktu tiga bulan, bobot ternak yang awalnya 18 kilogram bisa meningkat hingga hampir 40 kilogram, menandakan kandungan gizi yang tinggi dalam daun tersebut. Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia, Iwan Agung Firstantara, menyampaikan bahwa acara yang diselenggarakan merupakan kelanjutan dari program yang dilaksanakan tahun lalu. Iwan menekankan bahwa proyek ini bertujuan untuk meningkatkan skala kegiatan tersebut. "Dulu kami menanam 30 ribu pohon di area seluas 30 hektar, kini kami melakukan peningkatan dengan rencana penanaman 100 ribu pohon di area seluas 100 hektar. Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) serta masyarakat setempat untuk pelaksanaan penanaman tumpangsari di antara tanaman energi ini," ujarnya. Pada kesempatan yang sama, dalam rangka memberi modal awal bagi masyarakat setempat, diserahkan pula 205 ekor kambing. Menurut Hartanto, tanaman *Indigofera* bukan hanya menambah jumlah tanaman, tetapi juga memberikan kontribusi protein yang tinggi, menjadikannya favorit bagi hewan ternak. Iwan menutup pembicaraannya dengan informasi bahwa hingga saat ini mereka telah melaksanakan kegiatan di 46 lokasi di seluruh Indonesia, dan pada tahun depan, akan ada 52 lokasi baru yang akan dipetakan sebagai bagian dari proyek percontohan ini. ANTARA