BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya mengendalikan populasi anjing dan kucing terlantar serta menanggulangi penyebaran rabies, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengadakan program sterilisasi atau kastrasi dalam rangka Hari Rabies Sedunia kemarin, Sabtu, 28 September 2024.
Bersamaan dengan itu pula digelar juga vaksinasi rabies dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi Hewan Penular Rabies atau HPR.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto menyatakan langkah sterilisasi sangat penting untuk mengurangi jumlah hewan liar yang berpotensi menyebarkan penyakit rabies.
Sugiyanto menjelaskan serilisasi merupakan metode yang efektif dalam mengendalikan populasi hewan terlantar.
"Dengan melakukan kastrasi pada anjing dan kucing, kita dapat mencegah mereka berkembang biak secara tidak terkendali. Ini adalah langkah preventif yang sangat penting untuk mengurangi risiko penyebaran rabies," kata Sugiyanto.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hewan dengan mengurangi jumlah hewan terlantar yang sering kali hidup dalam kondisi yang tidak layak.
Selain itu, Sugiyanto menambahkan bahwa program sterilisasi ini juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat.
"Kami mengajak masyarakat untuk membawa hewan peliharaan mereka ke klinik-klinik hewan yang telah bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan sterilisasi. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman," tambahnya.
Partisipasi masyarakat sangat penting dalam keberhasilan program ini. Program sterilisasi ini juga didukung oleh para pencinta hewan di Palangka Raya, yakni RSAT Palangka Raya. Mereka bekerja sama dengan pemerintah untuk menyediakan layanan sterilisasi gratis atau dengan biaya yang terjangkau.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak dalam program ini. Dengan kerjasama yang baik, kita dapat mencapai tujuan bersama untuk mengendalikan populasi hewan liar dan menanggulangi rabies," tutur Sugiyanto lagi.
Menurut data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, jumlah kasus rabies di kota ini telah menunjukkan penurunan sejak program sterilisasi digalakkan.
"Ini adalah bukti bahwa program ini efektif. Namun, kita tidak boleh lengah dan harus terus meningkatkan upaya kita," tegas Sugiyanto.
--page
Ia juga mengingatkan pentingnya vaksinasi rabies bagi hewan peliharaan sebagai langkah tambahan dalam pencegahan penyakit ini.
Dengan adanya program sterilisasi yang berkelanjutan, diharapkan populasi anjing dan kucing liar di Palangka Raya dapat dikendalikan dengan baik. Hal ini tidak hanya akan membantu menanggulangi rabies, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup hewan dan masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung program ini demi kesehatan dan keselamatan semua pihak," tutur Sugiyanto.(TESTI PRISCILLA/R)









