BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Tengah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga Juli 2024, total penyaluran kredit mencapai Rp48,98 triliun.
Angka ini mencerminkan peningkatan yang stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Penyaluran kredit di Kalteng hingga Juli 2024 mencapai Rp48,98 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan penyaluran kredit di tahun 2023 hanya mencapai Rp44,02 triliun dan 2022 yang berada di angka Rp40,28 triliun," kata Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz kepada Borneonews pada Minggu, 29 September 2024.
Pertumbuhan ini menurut Danu didorong oleh berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor pertanian, perdagangan, dan jasa.
Sektor pertanian, khususnya, mengalami peningkatan permintaan kredit hingga Rp14,63 triliun untuk mendukung kegiatan produksi dan distribusi.
"Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani," kata Danu lagi.
Selain itu, lanjutnya, sektor perdagangan juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penyaluran kredit. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan fasilitas kredit untuk mengembangkan bisnis mereka. Ini menunjukkan bahwa perbankan di Kalimantan Tengah semakin inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Namun, tantangan tetap ada. Tingkat non-performing loan atau NPL atau kredit bermasalah masih menjadi perhatian utama.
Perbankan di Kalimantan Tengah terus berupaya untuk menjaga kualitas kredit dengan melakukan penilaian risiko yang lebih ketat dan memberikan edukasi kepada nasabah tentang manajemen keuangan yang baik.
"Pemerintah daerah juga berperan aktif dalam mendorong penyaluran kredit yang sehat," jelasnya.
Melalui berbagai program dan kebijakan, katanya lagi, pemerintah berusaha menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha diharapkan dapat terus memperkuat perekonomian Kalimantan Tengah.
"Secara keseluruhan, peningkatan penyaluran kredit ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Kalimantan Tengah. Dengan dukungan yang tepat, sektor-sektor ekonomi di daerah ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat," terang Danu.(TESTI PRISCILLA/R)









