BORNEONEWS, Kasongan - Kabut tipis dipagi hari sejak dua hari terakhir mulai menyelimuti Kota Kasongan Kabupaten Katingan.

Menurut pantauan Borneonews, kabut tipis itu mulai muncul sekitar pukul 05.00 Wib. Namun kabut yang diduga berasal dari asap hasil pembakaran lahan dan hutan itu mulai menghilang sekitar dua jam kemudian seiring dengan munculnya sinar matahari. 

Meski kabut hanya tipis dan berlangsung sekitar dua jam dipagi hari itu, namun sudah dirasa mengganggu aktifitas warga, terutama di luar rumah.

"Ia kabut pagi ini sudah mulai muncul, dan baunya itu seperti bau asap pembakaran lahan, ya agak menyengat sih baunya," tutur Rini, warga Kasongan yang saat itu tengah mengantarkan anaknya pergi sekolah di SDN 4 Katingan Hilir, Jumat (12/8/2018) pagi.

"Anak saya tadi juga sempat mengeluh dengan bau asap ini," imbuh ibu muda ini.

Kabut pagi hari tadi juga sempat membuat matahari terhalang menyinari bumi, bahkan matahari terlihat remang-remang karena tertutup kabut itu.

Selain kabut warga Kasongan juga mengeluhkan dengan debu yang beterbangan di sejumlah tempat, terutama pada jalan yang tidak diaspal.

"Kira-kira sudah dua minggu lebih tidak lagi turun hujan, sehingga debu sudah mulai beterbangan terutama saat ada kendaraan lewat maupun ada angin kencang," kata Andi warga Kasongan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Katingan dr Robertus Pamurianto mengimbau kepada warga setempat agar mewaspadai berbagai penyakit yang akan muncul pada musim kemarau ini, seperti penyakit Inspekti Perpasan Akut (ISPA), diare dan lainnya.

"Biasanya seperti tahun lalu saat kemarau warga banyak yang terserang Ispa dan diare tersebut," kata Robertus Pamurianto.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Katingan, Icing mengaku hingga saat ini pihaknya masih belum menemukan atau mendapat laporan adanya titik api di wilayahnya. "Untuk saat ini kita masih belum menemukan titik api itu. Yang jelas kita selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran lahan dan hutan ini," katanya. (ABDUL GOFUR/m)