GORONTALO –
**Borneonews - Gorontalo**, Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Jejaring Aktivis Perempuan dan Anak, atau yang lebih dikenal dengan nama Jejak Puan di Provinsi Gorontalo, baru-baru ini menyatakan sikap tegas mereka terkait kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang guru dan siswanya. Kasus ini telah menjadi sorotan publik dan menimbulkan kepedulian mendalam, mengingat korban adalah seorang pelajar yang masih berusia di bawah umur. Kusmawaty Matara, selaku Direktur dari Woman Institute for Research and Empowerment of Gorontalo (WIRE-G), menekankan pentingnya perhatian terhadap isu ini. Ia mengungkapkan, "Mengingat situasi yang berkembang di masyarakat, serta banyaknya tudingan dan komentar yang tidak mendukung kepentingan korban, kami merasa terpanggil untuk mengawal kasus yang sangat sensitif ini." Dalam pernyataan sikap tersebut, Jejak Puan menyatakan kecaman yang kuat terhadap tindakan perekaman dan penyebaran konten intim yang melibatkan pelajar di tengah kasus yang sedang ramai dibicarakan di media sosial. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk menangani perkara ini dengan pendekatan yang komprehensif serta menempatkan perspektif korban, khususnya anak. Lebih lanjut, mereka menolak kebijakan institusi pendidikan yang mengambil keputusan untuk mengeluarkan korban dari sekolah. Menurut pandangan mereka, peristiwa ini adalah kekerasan seksual, dan anak harus dilindungi sebagai korban, apapun alasan atau motivasi di balik keputusan tersebut. Jejak Puan juga menyerukan kepada masyarakat untuk menunjukkan empati dan tidak menyebarkan video yang berkaitan dengan kasus ini di media sosial, karena hal itu dapat menyebabkan dampak psikologis yang sangat buruk bagi anak. Selain itu, Jejak Puan mengimbau kepada seluruh jurnalis dan media untuk melaksanakan tugas mereka dengan objektivitas serta berdasarkan fakta yang ada. Mereka juga meminta agar privasi dan kepentingan korban tetap dijunjung tinggi dalam setiap pemberitaan. Jejak Puan berkomitmen untuk mendorong semua pihak mengambil tindakan pencegahan melalui kampanye yang masif mengenai perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan seksual. ?nisiatif ini harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, media, dunia usaha, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat. Kusmawaty menambahkan, "Inilah langkah-langkah yang harus dilakukan, dan kami berharap masyarakat dapat memberikan dukungan yang nyata terhadap korban dalam situasi yang sulit ini." Jejak Puan sendiri adalah koalisi dari berbagai organisasi dan komunitas yang berfokus pada isu-isu perempuan dan anak, termasuk WIRE-G, Sahabat Anak, Keluarga, dan Perempuan (Salam Puan), Leaders Institute, Gusdurian Kota Gorontalo, Pustaka Bergerak Indonesia, KOHATI Cabang Gorontalo, KOPRI PMII Ichsan, Sekolah Kampung Gorontalo, Teater Peneti Gorontalo, Indung Art Project, KOPRI Kota Gorontalo, KOMAKI Gorontalo, dan KOHATI Bone Bolango. ANTARA