JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menegaskan bahwa pembunuhan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, oleh Israel di Beirut merupakan suatu *tindakan keadilan*. Dalam pernyataannya, Biden menekankan kembali komitmen AS untuk mendukung Israel dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh Hizbullah. Biden menyatakan bahwa baik Nasrallah maupun Hizbullah memiliki tanggung jawab atas kematian ratusan warga Amerika dalam rentang waktu empat dekade yang penuh dengan aksi teror. Ia menilai bahwa kematian Nasrallah akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel adalah sebuah bentuk keadilan bagi para korban, termasuk ribuan warga Amerika, warga Israel, serta masyarakat sipil Lebanon. Presiden Amerika itu menjelaskan bahwa serangan yang mengakibatkan tewasnya Nasrallah terjadi dalam konteks konflik yang dimulai setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober. "Keesokan harinya, Nasrallah mengambil keputusan strategis untuk bergabung dengan Hamas dan membuka apa yang dia sebut sebagai 'front utara' yang ditujukan melawan Israel," ujarnya. Lebih lanjut, Biden menekankan dukungan penuh AS terhadap hak Israel untuk melakukan pembelaan diri terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh Hizbullah, Hamas, Houthi, serta kelompok teroris lainnya yang didukung oleh Iran. "Kemarin, saya memerintahkan Menteri Pertahanan untuk memperkuat posisi pertahanan angkatan bersenjata kami di kawasan Timur Tengah, guna mencegah agresi dan mengurangi kemungkinan terjadinya perang regional yang lebih luas," tambahnya. Presiden juga menegaskan komitmen AS untuk meredakan konflik yang berkepanjangan baik di Gaza maupun Lebanon melalui jalur diplomatik. Ia mengungkapkan bahwa upaya telah dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan gencatan senjata dan membebaskan sandera di Gaza. Sementara itu, di Lebanon, Biden menyebutkan bahwa pihaknya sedang melakukan negosiasi untuk memastikan kepulangan aman bagi warga yang terjebak baik di Israel maupun di Lebanon selatan. "Ini adalah momen yang tepat untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan ini, menghilangkan ancaman terhadap Israel, dan menciptakan stabilitas yang lebih besar bagi kawasan Timur Tengah," tuturnya. Hizbullah telah mengonfirmasi bahwa Nasrallah telah tewas dalam sebuah serangan udara besar-besaran yang dijalankan di area padat penduduk di Beirut pada malam Jumat lalu. Selain serangan di Gaza, Israel juga melanjutkan kampanye serangan udara di Lebanon, yang telah mengklaim ratusan nyawa dan menyebabkan ribuan orang mengungsi selama pekan ini. ANTARA