SEMARANG –
**Borneonews - Temanggung**, Pada musim kemarau tahun 2024, Kabupaten Temanggung berhasil melakukan perluasan areal tanam (PAT) seluas 496,10 hektare. Angka ini menunjukkan pencapaian sebesar 44,90 persen dari target keseluruhan yang ditetapkan, yaitu seluas 1.160 hektare untuk tanaman padi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut mungkin tidak sepenuhnya memenuhi target yang telah direncanakan. Ia menjelaskan bahwa keputusan akhir mengenai hal ini berada di tangan pemerintah pusat. Selama periode dari akhir Mei hingga September 2024, areal seluas 496,10 hektare tersebut telah dikerjakan. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah masalah ketersediaan air. Ia menjelaskan bahwa petani bergantung pada sumber air permukaan, dan ketika kondisi sungai mengering, sulit bagi mereka untuk mendapatkan air yang dibutuhkan untuk irigasi. Untuk mengatasi kendala ini, Joko mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk bekerja sama dalam pembangunan sumur bor yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lahan pertanian. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air bagi para petani di wilayah tersebut. Di sisi lain, ia juga mencatat bahwa di daerah selatan Temanggung, para petani umumnya beralih ke penanaman palawija atau sayuran pada musim kemarau. Fokus utama saat ini untuk PAT adalah di daerah Bejen, Kranggan, dan Pringsurat. Sementara itu, wilayah lainnya lebih cenderung untuk menanam tanaman hortikultura. Sebagai dukungan terhadap kegiatan PAT, Pemerintah Kabupaten Temanggung telah menerima bantuan sebanyak 29 unit pompa air. Dari jumlah tersebut, sembilan unit disalurkan langsung ke kelompok tani, sedangkan sepuluh unit ditempatkan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP), dan sepuluh unit lainnya disiapkan untuk Kodim setempat. Ini semua dilakukan untuk mempermudah akses petani terhadap sumber air guna meningkatkan hasil pertanian. ANTARA