JAKARTA –
**Borneonews - Bali**, PT Metropolitan Land Tbk (Metland) resmi memulai operasional Venya Villa Ubud dengan meluncurkan tahap pertama sebanyak 19 unit dari total rencana pembangunan sebanyak 54 unit. Setiap unit memiliki luas bervariasi antara 60 hingga 140 meter persegi. Proyek ini sempat terhenti pada tahun 2020 akibat dampak pandemi COVID-19. Venya Villa Ubud ditujukan untuk pasar luar negeri sebagai peluang investasi, menawarkan proyeksi *return of investment* (ROI) antara 8 hingga 12 persen per tahun. Selama dua tahun pertama, investor akan mendapatkan jaminan pengembalian sebesar 8 persen. Dengan berjalannya waktu, diharapkan hasil sewa per tahun akan tetap stabil dan bisa meningkat sejalan dengan inflasi serta kondisi pasar penginapan mewah Bali, khususnya di kawasan Ubud. Wahyu Sulistio, Direktur PT Metland Tbk, menyatakan bahwa mereka memberikan jaminan *return on investment* pada rentang 8 hingga 10 persen, setelah itu ROI akan mengacu pada ketentuan yang lebih fleksibel. Venya Villa Ubud dioperasikan sebagai produk investasi dengan kepemilikan yang berlangsung untuk periode sewa panjang selama 25 tahun. Pendapatan dari investasi akan dibagi dengan komposisi 40 persen untuk investor dan 60 persen untuk Metland. Menjelang bulan Oktober 2024, Metland menargetkan untuk mencapai penjualan vila pada tahap pertama dengan nilai sebesar Rp40 miliar, dengan harga mulai dari Rp4 miliar per unit. Selain berfungsi sebagai produk investasi, vila tersebut juga tersedia untuk disewakan dengan tarif berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per malam. Dari total pengembangan yang direncanakan, Venya Villa Ubud menyediakan 6 tipe vila yang masing-masing dilengkapi dengan *private pool*. Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, selama periode Januari hingga Juli 2024, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali telah mencapai 3,55 juta, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan angka pada tahun sebelumnya yang hanya mencatat 2,89 juta kunjungan. Investasi asing di Bali juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp2,66 triliun dalam kuartal I tahun 2023. Lonjakan jumlah wisatawan dan arus investasi ini dipandang sebagai indikasi bahwa prospek sektor pariwisata dan bisnis penginapan mewah di Bali semakin cerah, serta menjadi pendorong penting bagi pengembangan ekonomi di Pulau Dewata. Wahyu menambahkan bahwa data kunjungan wisatawan mancanegara mencatat peningkatan sekitar 22 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, beberapa negara seperti Jepang dan Turki sedang menghadapi *over tourism*, Bali masih belum berada dalam kondisi yang meresahkan, sehingga situasi ini memberikan peluang besar. Namun, dia juga menekankan ketidakpastian mengenai seberapa lama kondisi ini akan bertahan, tetapi hal ini tentunya menjadi kabar baik pasca-pandemi. Metland Venya Ubud terletak di lembah sungai Wos, Desa Kelabang Moding, dan menawarkan berbagai fasilitas premium. Beberapa dari fasilitas yang tersedia mencakup Jinengku Pool and Bar, sebuah chapel untuk pernikahan, *co-working space*, Baas Restaurant and Lounge, Venya Spa, kolam refleksi, serta pemandangan alam yang menawan. ANTARA