BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melakukan upaya untuk mempromosikan madu *teran* asal Belitung Timur (Beltim) melalui platform *e-commerce*. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemasaran produk tersebut, yang telah terdaftar sebagai Indikasi Geografis (IG). Subkoordinator Pemeriksaan IG dari DJKI, Gunawan, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemasaran produk IG Indonesia hingga ke pasar internasional. Dalam kesempatan tersebut, Gunawan juga menjelaskan bahwa madu *teran* Beltim menjadi salah satu produk yang bersangkutan dengan sosialisasi oleh Tokopedia. Melalui kemitraan ini, diharapkan produk tersebut dapat lebih mudah dipasarkan, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. "Pada tahun ini, hanya enam produk IG terdaftar yang mendapatkan sosialisasi dari Tokopedia, salah satu pasar daring terkemuka di Indonesia," ungkapnya. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi untuk mendorong masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) agar aktif mempromosikan serta mengkomersialisasikan produk IG mereka di platform *marketplace*, tetapi juga untuk meningkatkan interaksi antara merek dan konsumen. MPIG sendiri merupakan sebuah organisasi yang terdiri dari produsen dan pelaku usaha yang mewakili wilayah geografis masing-masing. Tujuannya adalah untuk menjaga identitas, kualitas, serta standar produksi, sekaligus melindungi produk dari potensi penyalahgunaan. "Kami berharap, sosialisasi ini dapat memotivasi anggota MPIG Madu Teran Belitung Timur untuk lebih aktif dalam mempromosikan dan melakukan branding serta pemasaran dengan memanfaatkan *e-commerce*," lanjut Gunawan. Kepala Kanwil Kemenkumham Babel, Harun Sulianto, menambahkan bahwa pihaknya berencana untuk membentuk tim pengawas untuk produk-produk dengan status IG terdaftar. Langkah ini diambil untuk mencegah penyalahgunaan yang dapat merugikan reputasi produk. "Saya berharap dengan adanya kegiatan ini, promosi, pemasaran, dan komersialisasi Madu Teran Beltim bisa meningkat, sehingga menciptakan nilai ekonomis yang lebih baik bagi masyarakat dan khususnya bagi para pelaku usaha," tutup Harun. ANTARA