**Borneonews - Jakarta**, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengambil langkah signifikan dengan melibatkan akademisi dari beberapa perguruan tinggi negeri. Kerja sama ini bertujuan untuk berkontribusi dalam pengembangan lapangan hulu migas di Indonesia.
Salah satu proyek utama yang menjadi fokus dalam kolaborasi ini adalah Kutei North Hub (KNH), yang dikelola oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) ENI, sebuah perusahaan migas yang berasal dari Italia. Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo, menyampaikan bahwa dalam rangka memastikan keberhasilan proyek-proyek strategis seperti KNH, SKK Migas memerlukan dukungan teknis dari para ahli yang merupakan akademisi perguruan tinggi negeri, berperan sebagai *subject matter expert* (SME).
Kutei North Hub telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN), menjadikannya prioritas utama dalam pengembangan sektor hulu migas di Indonesia. Proyek ini dinilai memiliki potensi yang besar, serta kompleksitas teknologi yang signifikan. Dalam keterangannya, Wahju mengungkapkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menjadikan SKK Migas sebagai *centre of excellence*. Hal ini dilakukan dengan melibatkan akademisi untuk memastikan bahwa pengembangan lapangan sesuai dengan rencana, sekaligus memprioritaskan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam spesifikasi teknis proyek.
Projek Kutei North Hub juga memanfaatkan inovasi teknologi dari ENI Research Centre yang berlokasi di Milan, Italia, yang terkenal akan keunggulannya dalam industri hulu migas. Dengan adanya kerja sama ini, peluang terbuka lebar bagi akademisi Indonesia untuk melakukan studi langsung di ENI Research Centre. Proses ini diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan serta teknologi dari *research engineering* ENI ke Indonesia.
Wahju mencatat bahwa keterlibatan akademisi ini tidak hanya berfungsi untuk mempercepat penyelesaian proyek, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam sektor hulu migas. "Ilmu yang didapat oleh para akademisi dapat dibagikan kembali kepada mahasiswa mereka, hal ini jelas menjadi dampak positif atau *multiplier effect* bagi industri hulu migas," ujarnya.
Kolaborasi ini akan diawali dengan desain dokumen *front end engineering design* (FEED) untuk proyek Kutei North Hub. Akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang tergabung dalam tim SME untuk FEED KNH akan terlibat secara langsung dalam proses tersebut. Di rencanakan, penyelesaian FEED ini akan dilakukan pada akhir tahun 2024.
SKK Migas menargetkan bahwa proyek ini akan mencapai tahap final investment decision (FID) pada tahun 2025. Wahju menekankan bahwa dukungan dari para akademisi tidak hanya bermanfaat dalam aspek waktu, tetapi juga memperkaya pengetahuan dan kemampuan teknis yang dapat memperkuat industri hulu migas di tingkat nasional.
Sementara itu, Koordinator tenaga ahli SME dari ITS, Ketut Buda Artana, menyatakan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam proyek strategis nasional seperti KNH merupakan langkah krusial dalam pengembangan teknologi *deepwater* di Indonesia. "Kolaborasi ini akan mempercepat transfer pengetahuan, serta membantu dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemecahan masalah teknis yang kompleks,"ujarnya.
SKK Migas berkomitmen untuk terus menjadi *centre of excellence* dalam sektor hulu migas, dengan mengoptimalkan teknologi dan pengetahuan global guna mendukung kepentingan nasional. Penggunaan produk lokal melalui TKDN juga menjadi fokus utama di setiap tahap proyek, yang mendukung upaya kemandirian industri hulu migas dan menciptakan ketahanan energi nasional di masa mendatang.
ANTARA
SKK Migas Kolaborasi dengan Akademisi untuk Kembangkan Kutei North Hub
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Truk Bermuatan Besi Bekas Terbalik di Tikungan Jalan Trikora Banjarbaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







