JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Media penyiaran asal Amerika Serikat, ABC News, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari para pejabat pemerintahan Amerika, kemungkinan besar Israel telah memulai operasi darat skala kecil di Lebanon. Operasi yang disebut sebagai "gerakan perbatasan" ini bertujuan untuk menghancurkan posisi gerakan Hizbullah Lebanon yang berada di dekat perbatasan. Para pejabat telah memberikan keterangan kepada saluran berita tersebut, menunjukkan bahwa Israel tampaknya masih belum mengambil keputusan final mengenai pelaksanaan operasi darat ini. Namun, mereka serentak menambahkan bahwa rezim Zionis tersebut nampak telah melakukan persiapan yang matang untuk melaksanakan tindakan tersebut. Menurut para sumber yang sama, jika Israel memutuskan untuk melanjutkan ke Lebanon, operasi yang akan dijalankan diperkirakan akan bersifat terbatas. Misi utama yang ingin dicapai oleh Israel, menurut penjelasan para pejabat, adalah agar masyarakat di wilayah utara Israel dapat kembali ke tempat tinggal mereka dengan aman. Meski demikian, para pejabat tersebut juga berpendapat bahwa menyingkirkan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah, kemungkinan bukanlah langkah yang cukup efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Keberadaan dan pengaruh Nasrallah di kalangan anggotanya diperkirakan akan tetap signifikan meskipun ada tindakan apapun yang diambil oleh Israel. Berita ini mencerminkan ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut dan mengindikasikan potensi konflik yang bisa meluas jika aksi militer benar-benar dilakukan. Selain itu, situasi ini menciptakan kekhawatiran baik di dalam negeri maupun di kancah internasional mengenai dampak yang mungkin ditimbulkan bagi kestabilan wilayah. ANTARA