JAKARTA –
**Borneonews - Solok, Sumatera Barat**, Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) menginformasikan bahwa seluruh korban yang terlibat dalam peristiwa tanah longsor yang terjadi di area tambang ilegal di Kabupaten Solok telah berhasil dievakuasi. Dari total 25 orang yang terlibat, sebanyak 12 orang dinyatakan selamat. Deputi Operasi dan Latihan Basarnas, Edy Prakoso, menyampaikan bahwa dari 25 orang tersebut, 13 di antaranya telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Situasi ini cukup memprihatinkan, namun kabar baiknya adalah 12 orang berhasil selamat dalam kejadian yang terjadi pada hari Jumat, 26 September 2024. Menurut laporan dari Seksi Operasi Kantor SAR Padang, pada Ahad, pukul 08.00 WIB, proses evakuasi memasuki hari ketiga. Pada momen terakhir tersebut, dua orang berhasil dievakuasi. Salah satu korban, Zulmadinir, ditemukan dalam keadaan selamat, sementara seorang lainnya, Sugeng, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Tim medis telah memberikan penanganan kepada semua korban yang berhasil dievakuasi, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Natsir untuk perawatan lebih lanjut. Basarnas juga berencana untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, guna menilai kelanjutan operasi pencarian dan penyelamatan. Dalam operasi tersebut, yang mulai dilakukan pada hari Jumat, petugas akan mempertimbangkan keputusan apakah kegiatan itu akan dilanjutkan atau tidak. Sebagai langkah responsif, Basarnas bersama dengan pihak-pihak lain yang terkait masih menjaga kesiapsiagaan dengan menyiagakan sejumlah personel di lokasi. Mereka juga memberikan kesempatan bagi warga yang mungkin masih mencari anggota keluarganya yang hilang akibat peristiwa tersebut, untuk melapor kepada petugas di Posko Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok. ANTARA