SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Seekor beruang yang diduga merupakan peliharaan warga, lepas dan menyerang ternak di kawasan padat penduduk di Sampit.

Kejadian ini dilaporkan oleh Budiyanto, warga Jalan Kapten Mulyono, kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, yang langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan observasi di lokasi pada hari Minggu, 29 November 2024.

"Kami melakukan observasi untuk memastikan keberadaan dan aktivitas beruang yang dilaporkan oleh warga," kata Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah.

Observasi dilakukan pukul 09.00-11.00 WIB untuk mencari jejak dan tanda-tanda beruang di sekitar pemukiman.

Menurut keterangan Budiyanto, beruang berukuran sedang tersebut telah terlihat sejak tiga hari sebelumnya, yaitu pada tanggal 26, 27, dan 28 September 2024.

Selama tiga hari tersebut, beruang tersebut beberapa kali memasuki pekarangan warga dan menyerang ternak berupa ayam. Bahkan, pada satu kesempatan, beruang tersebut sempat memasuki kamar mandi salah satu warga.

“Kami menduga kuat bahwa beruang ini adalah peliharaan warga yang terlepas, mengingat lokasi kemunculannya berada di area padat penduduk,” tambah Muriansyah.

Areal padat penduduk ini tentunya membuat situasi menjadi lebih berbahaya, terutama bagi keselamatan warga setempat, yang sebagian besar merasa resah dengan keberadaan beruang tersebut.

--page

Dari hasil observasi, tim BKSDA menduga kuat bahwa beruang tersebut masih berada di sekitar lokasi. Muriansyah menyebut pihaknya telah merencanakan tindakan lanjutan untuk menangkap beruang tersebut dengan memasang perangkap.

"Sore ini, kami akan memasang satu unit perangkap beruang berbentuk drum untuk menangkap hewan tersebut dan memindahkannya ke tempat yang aman," ujarnya.

BKSDA mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila melihat keberadaan beruang yang diperkirakan berusia remaja itu. (DEWI PATMALASARI/R)