BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur kembali melestarikan permainan tradisional daerah guna menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke daerah itu. Seperti permainan bagasing, dan balogo yang saat ini hampir punah.
“Kita memang menginstruksikan kepada seluruh SKPD terutama ASN Kotim supaya membudayakan kembali permainan tradisional kita terutama bagasing dan balogo,” kata Bupati Kotim Supian Hadi disela mengikuti pertandingan bagasing dan balogo di halaman Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kotim, Jumat (12/8/2016).
Pemerintah daerah berupaya melestarikan kembali permainan tradisional untuk memeriahkan hari ulang tahun ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ke depan permainan itu akan menjadi agenda tahunan, terutama bagi kalangan ASN, sehingga tetap bertahan menjadi aset pariwisata daerah.
Selama ini diakui Supian Hadi permainan tradisional hampir dilupakan oleh para generasi muda. Generasi muda hanya mengenal namanya saja, tanpa pernah merasakan permainan itu. Sedangkan pemain masih didominasi para orang tua.
“Makanya nanti kita meminta kepada kepala-kepala sekolah untuk secara besar-besaran di HUT Kotim untuk pertandingan permainan balogo, dan bagasing serta dayung tradional semua yang bersifat tradisional menjadi aset pariwisata Kotim,” katanya.
Upaya memasyarakatkan kembali olahraga dan permainan tradisional, dimulai dari lingkungan instansi pemerintah daerah. Setiap SKPD diwajibkan memasukkan lomba olahraga atau permainan tradisional dalam rangkaian acara yang mereka laksanakan untuk memeriahkan HUT Republik Indonesia.
Salah satu instansi yang mulai melaksanakan arahan itu adalah Disgutbun. Jumat siang, Bupati Supian Hadi, Kepala Dishutbun Kotim, Sanggul Lumban Gaol beserta ASN di instansi itu ramai-ramai ikut lomba permainan bagasing dan balogo.
Supian Hadi terlihat antusias mengikuti dan beradu kemahiran memainkan gasing yang dibuat dari kayu itu. Begitu juga balogo, permainan yang kini jarang dimainkan ini kini kembali ramai dipertandingkan di tiap SKPD.
Bupati dua periode itu sengaja menginstruksikan kepada semua SKPD untuk menggelar lomba olahraga tradisional seperti balogo, bagasing, gobak sodor dan lainnya. Secara khusus, seluruh SKPD melaksanakan lomba olahraga dan permainan tradisional di lingkungan masing-masing.
Setiap instansi juga diminta menggelar perlombaan dengan melibatkan masyarakat. Selain supaya perayaan HUT Kemerdekaan makin meriah, masyarakat juga kembali mencintai olahraga tradisional dan melestarikannya sebagai bagian dari kebudayaan daerah.
“Saya himbau tiap RT untuk melaksanakan perlombaan tradisional yang sifatnya kedaerahan,” imbaunya. (RAFIUDIN/m)








