**Borneonews - Jakarta**, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, menekankan pentingnya bagi pemerintah daerah untuk mengarahkan pengembangan desa wisata dengan fokus pada upaya konservasi alam. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan dari usaha-usaha pariwisata yang ada di desa-desa tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Iskandar pada acara "Nusantara Tourism Village Competition, Community Development Workers, and Professional Facilitators Awarding Night," yang disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube kementerian pada malam hari Sabtu lalu. Iskandar menjelaskan bahwa ketika pengembangan desa wisata diarahkan pada pelestarian lingkungan, desa-desa tersebut tidak hanya akan menampilkan pemandangan alam yang indah. Namun, hal ini juga akan menciptakan kenyamanan baik bagi masyarakat lokal maupun para pengunjung. Dengan demikian, keberlanjutan desa wisata dapat terjaga dengan baik. Dia yakin bahwa pendekatan ini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Iskandar juga menekankan pentingnya nilai-nilai keramahan yang harus dijaga oleh pengelola desa wisata serta masyarakat setempat. Dia mengajak semua pihak terkait untuk mengutamakan kebersihan dalam upaya mereka. Kompetisi Desa Wisata Nusantara diselenggarakan sebagai upaya untuk memotivasi desa-desa di seluruh Indonesia dalam mengeksplorasi dan mengembangkan potensi pariwisata mereka. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian lokal. Kompetisi ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat serta memupuk rasa ingin tahu, kreativitas, dan inovasi di kalangan masyarakat desa terkait literasi budaya. Peserta dalam kompetisi ini mencakup desa-desa dengan daya tarik wisata yang dikelola oleh badan usaha milik desa, badan usaha milik desa bersama, dan pihak lainnya. Peserta dibagi menjadi dua kategori, yaitu desa yang kurang berkembang, sangat kurang berkembang, dan desa-desa yang sedang berkembang, serta desa yang sudah berkembang dan mandiri. ANTARA