JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepolisian Republik Indonesia telah berhasil menangkap sejumlah individu yang terlibat dalam pembubaran paksa sebuah diskusi yang bertajuk *Silaturahmi Kebangsaan Diaspora Bersama Tokoh dan Aktivis Nasional*. Acara ini diselenggarakan oleh Forum Tanah Air (FTA) di Kemang, Jakarta Selatan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan beberapa pelaku dari insiden tersebut. Detail lebih lanjut mengenai situasi ini akan disampaikan oleh Polda Metro Jaya dalam waktu dekat. Brigjen Trunoyudo mengingatkan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan iklim demokrasi yang sehat dengan menghargai kebebasan untuk berpendapat yang telah dilindungi oleh konstitusi. "Kami mengimbau kepada semua pihak untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban serta menghormati hak berpendapat yang merupakan bagian dari demokrasi," ujarnya. Sebelumnya, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa ada sepuluh orang yang menjadi pelaku dalam insiden perusakan saat acara diskusi di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang terjadi pada hari Sabtu. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Ade Rahmat Idnal, memastikan bahwa identitas kesepuluh pelaku sudah diketahui dan segera ditangkap. "Kami sudah mengidentifikasi dan mengetahui nama-nama pelaku tersebut," katanya. Seperti yang sudah disebutkan, sepuluh orang pelaku yang sebelumnya tidak dikenal kini sudah diidentifikasi dan akan segera diperoses secara hukum. "Kami akan segera menangkap pelaku dan membawa mereka ke jalur hukum," katanya menegaskan. Acara diskusi diaspora tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan aktivis nasional yang membahas isu-isu kebangsaan dan kenegaraan. Para narasumber yang diundang dalam acara ini antara lain adalah pakar hukum tata negara Refly Harun, Din Syamsuddin, Rizal Fadhilah, dan Soenarko. Sayangnya, acara yang berlangsung pada Sabtu pagi tersebut berakhir dengan kericuhan, di mana sekelompok orang melakukan pembubaran secara paksa dengan merusak perlengkapan acara, termasuk panggung dan backdrop, serta mengancam peserta yang hadir. ANTARA