JAKARTA –
**Borneonews - Lombok, NTB**, Direktur Komersial PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) Troy Reza Warokka mengungkapkan bahwa penyelenggaraan *MotoGP* Mandalika di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada tahun-tahun mendatang akan mendapatkan dukungan dari fasilitas akomodasi yang lebih baik. ITDC terus melakukan upaya untuk menarik investor dalam pembangunan berbagai jenis penginapan, termasuk hotel dan vila. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akomodasi pengunjung yang datang untuk menyaksikan event *MotoGP* Mandalika. Troy Reza Warokka menekankan pentingnya peningkatan sarana akomodasi. Ia menegaskan, "Ini (upaya mencari investasi) bergerak, jadi tahun depan akan lebih memadai lagi dari sisi akomodasi," saat memberikan keterangan kepada media di sirkuit pada hari Minggu. Ia menjelaskan bahwa Dorna Sports, sebagai pemegang hak komersial untuk *MotoGP*, telah memberikan saran terkait pentingnya aspek akomodasi di event Mandalika. Oleh karena itu, ITDC berupaya untuk mencari investasi guna memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu investor yang sudah berkomitmen dalam projek ini adalah Jambuluwuk, yang akan menyediakan beberapa vila untuk melengkapi pilihan akomodasi bagi para pengunjung. "Alhamdulillah ini bergerak," tambah Troy. Lebih lanjut, Troy menyebutkan bahwa *MotoGP* Mandalika telah berlangsung sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 2022, 2023, dan 2024. Sesuai dengan kontrak, total ajang yang akan diselenggarakan adalah sepuluh kali. Dengan demikian, tidak hanya untuk *MotoGP*, peluang investasi di sektor akomodasi juga terbuka lebar untuk berbagai ajang otomotif lain di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Troy juga menegaskan keyakinannya bahwa penyelenggaraan *MotoGP* Mandalika ke depan akan terus mendapatkan dukungan dari Pemerintah Indonesia. Pasalnya, acara tersebut telah memberikan dampak positif yang signifikan, seperti peningkatan branding, hubungan publik (*public relations*), serta promosi yang luas, dan yang terpenting, penyerapan tenaga kerja yang meningkat. ANTARA