JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Dyah Roro Esti, menyampaikan pentingnya program *bantuan pasang baru listrik* (BPBL) yang dilaksanakan secara gratis. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan listrik sehari-hari. Dalam pernyataannya di Jakarta, Dyah Roro menegaskan bahwa program BPBL merupakan langkah fundamental yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Menurutnya, selama periode 2022 hingga 2024, program ini menunjukkan perkembangan positif. Pada awal tahun 2022, tercatat sebanyak 464 unit BPBL yang diberikan, dengan rincian 319 rumah di Lamongan dan 145 rumah di Gresik. Melanjutkan ke tahun 2023, program ini berhasil menjangkau 3.659 unit BPBL, terdiri dari 3.623 rumah di Lamongan dan 36 unit di Gresik. Sedangkan pada tahun 2024, bantuan ini diperuntukkan bagi 655 rumah, dengan alokasi 581 unit untuk Lamongan dan 74 unit untuk Gresik. "Dengan demikian, total keseluruhan program BPBL telah disalurkan kepada 4.778 rumah di kedua daerah tersebut," ungkap Roro. Peresmian program BPBL berlangsung di Desa Botoputih, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, dan diselenggarakan dengan dukungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero). Dalam kesempatan ini, terdapat 68 rumah di Kecamatan Tikung yang menerima bantuan tersebut. Roro menekankan bahwa program ini mencerminkan keseriusannya sebagai wakil rakyat dalam memastikan pasokan listrik terpenuhi bagi masyarakat. Dia berharap agar perjuangan ini tidak berhenti di sini dan menginginkan lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang. Sebagai ungkapan rasa terima kasihnya, Roro juga ingin mengapresiasi kebersamaan masyarakat Lamongan selama ini. Dalam proses penyaluran program BPBL, ada sejumlah kriteria prioritas yang menjadi sasaran. Kriteria tersebut meliputi warga yang belum terdaftar sebagai pelanggan PLN, yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang telah divalidasi oleh pihak pemerintah setempat, dan mereka yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, serta terluar (3T). Daya listrik yang disalurkan untuk masyarakat tersebut sebesar 900 VA. Sebagai bagian dari komitmennya, Roro melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi rumah-rumah penerima manfaat program. Hal ini merupakan wujud tanggung jawab dan amanahnya kepada konstituen yang diwakilinya. Dalam acara ini juga turut hadir Muhadi, Koordinator Perencanaan Transmisi Tenaga Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM; Miftahul Ulum, Kabag SDA Pemerintah Kabupaten Lamongan; serta Hamzah, Vice President Pengamanan Pendapatan PLN. ANTARA