JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo baru-baru ini menampilkan sebuah rekaman video yang menarik perhatian. Video tersebut merupakan potongan dari sebuah *talkshow* yang mengungkap pernyataan mendiang Presiden Ke-4, Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur. Dalam rekaman itu, Gus Dur menyebut Prabowo Subianto sebagai sosok yang paling ikhlas. Pertemuan yang terekam tersebut berlangsung di Kompleks Parlemen Jakarta dan melibatkan istri Gus Dur, Sinta Nuriyah, serta anggota keluarga lainnya. Penayangan rekaman ini dilakukan dalam rangka penyampaian surat resmi yang menegaskan bahwa Ketetapan MPR Nomor II/MPR/2001 mengenai Pertanggungjawaban Presiden Abdurrahman Wahid tidak lagi berlaku. Menurut Bamsoet, pernyataan Gus Dur dalam video tersebut menunjukkan visi jauh ke depan mengenai siapa yang akan memimpin bangsa ini. Bamsoet menyatakan bahwa video ini dapat menggugah ingatan kolektif masyarakat mengenai sosok Gus Dur serta pandangannya yang mendalam tentang kepemimpinan. "Ini mungkin dapat menggugah memori kolektif kita mengenang beliau, dan kita juga tahu bahwa itu adalah salah satu kelebihan beliau, bagaimana beliau mampu melihat jauh ke depan, siapakah yang diperkirakan memimpin hari ini, itu sudah beliau sampaikan beberapa puluh tahun lalu," ujarnya. Rekaman yang diputar adalah dari acara *Kick Andy* di salah satu stasiun televisi, di mana presenter Andy F. Noya mewawancarai Gus Dur. Wawancara ini berlangsung sebelum Pemilihan Umum Presiden 2009, saat Andy meminta pendapat Gus Dur mengenai kandidat-kandidat yang diperkirakan akan dipilih rakyat, di antaranya Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto. Dalam rekaman tersebut, Gus Dur menegaskan bahwa ia melihat Prabowo Subianto sebagai sosok yang sangat ikhlas dalam pengabdiannya kepada rakyat Indonesia. "Banyaklah yang saya pikir itu menunjukkan bagaimana dia ikhlas gitu kepada rakyat Indonesia," ungkapnya dalam video. Setelah pemutaran video selesai, Bamsoet mengemukakan bahwa Gus Dur memiliki wawasan yang luar biasa, yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Ia merujuk pada kenyataan bahwa Prabowo Subianto saat ini berpeluang besar untuk menjadi Presiden Ke-8 Republik Indonesia, melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo. "Kita tentu masih ingat ciri khas Gus Dur. Gitu aja kok repot. Ini adalah memori yang tidak akan pernah hilang dari ingatan kita mengenai beliau sebagai presiden kita," ujar Bamsoet dengan penuh rasa hormat. Secara resmi, MPR RI juga mengumumkan bahwa TAP MPR Nomor II/MPR/2001 yang berkaitan dengan Pertanggungjawaban Presiden Abdurrahman Wahid telah dinyatakan tidak berlaku lagi. Keputusan ini turut memberikan pengesahan terkait TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 yang menyatakan pencabutan kekuasaan dari Presiden Soekarno, serta penyesuaian terhadap TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998 yang mencabut nama Soeharto dari tonggak sejarah pemerintahan. ANTARA