JAKARTA –
**Borneonews - New York**, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, memberikan tanggapan tegas terhadap pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang disampaikan saat Sidang Umum PBB di New York pada hari Sabtu. Dalam pidatonya, Netanyahu mengklaim bahwa Israel menginginkan perdamaian. Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah perwakilan Indonesia meninggalkan forum sebagai bentuk protes terhadap tindakan Israel. Marsudi pun mempertanyakan kredibilitas ucapan tersebut, "PM Netanyahu kemarin menyatakan bahwa *Israel seeks peace* dan bahwa *Israel yearns for peace*. Benarkah? Bagaimana kita bisa mempercayai pernyataan itu?" ujarnya. Lebih lanjut, Retno Marsudi menyoroti ketidakcocokan antara ucapan dan tindakan Israel. Ia mencatat, "Sementara dia berada di sini, Israel melakukan serangan udara besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya di Beirut. PM Netanyahu ingin perang ini terus berlanjut. Kita harus menghentikannya; saya ulangi, kita harus menghentikannya." Marsudi juga menantang negara-negara di dunia untuk memberikan tekanan kepada Israel agar kembali kepada solusi dua negara, yang mendapatkan respons positif berupa tepuk tangan dari delegasi yang hadir. Dalam pernyataannya, ia mengingatkan pentingnya tindakan nyata yang harus diambil secara bersama-sama oleh negara-negara anggota PBB. "Izinkan saya mendesak negara-negara yang belum mengakui Negara Palestina untuk segera melakukannya. Jika setiap dari kita melakukannya, pasti ini akan memberikan dampak," ungkapnya. Namun, ia juga menekankan bahwa kekuatan untuk menghentikan tindakan Israel terhadap Palestina, yang melanggar hukum internasional, terletak pada Dewan Keamanan PBB. "Mandat Dewan Keamanan adalah untuk menjaga perdamaian, menciptakan perdamaian, bukan untuk mempertahankan atau memperpanjang perang, apalagi mendukung pelaku kekejaman," tegas Marsudi. ANTARA